Sat10162021

Last updateFri, 23 Nov 2018 7am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Derap Serayu online Gendu_Gendu Rasa Wabup ‘Blusukan’ di Pasar Kota

Wabup ‘Blusukan’ di Pasar Kota

 

 

 

Wakil Bupati Drs. Hadi Supeno, M. Si., tak mau kalah dengan aktivitas Presiden Jokowi dan menteri-menterinya yang mempunyai semboyan kerja-kerja-kerja. Sabtu pagi beberapa waktu lalu, mengawali hari kerjanya Hadi blusukan di pasar kota. Dalam kesempatan ini, Hadi menyempatkan diri untuk berdialog dan menyerap aspirasi dari perwakilan pedagang yang menemuinya. 


Menurut Hadi, Pemkab memperhatikan betul semua aspirasi masyarakat yang disampaikan kepda Pemkab. Termasuk aspirasi dari para pedagang mengenai kebocoran atap pasar yang sangat mengganggu aktivitas pedagang. Namun karena semua harus mengikuti aturan, maka proses tersebut nampak terkesan lamban.
“Mau bagaimana lagi, Bupati dan Wakil Bupati juga harus ikut aturan. Begitu ada usulan, tidak bisa langsung dikerjakan. Bila ditabrak, salah-salah Bupati dan Wakil Bupati yang terkena masalah hokum. Yang jelas, anggarannya sedang disiapkan. Sehingga dalam waktu dekat masalah kebocoran sudah dapat diatasi” katanya.
Pada kegiatan ini Wabup disertai oleh Kepala Disindagkop dan stafnya langsung meninjau sejumlah titik terjadinya kebocoran. Dari kunjungan langsung ini, Hadi mengakui bahwa masalah kebocoran atap memang cukup parah dan harus segera ditindaklanjuti. Sebab kondisinya sudah sangat mengganggu.  Sementara proses tengah dilaksanakan, dirinya berharap pada para pedagang untuk bersabar dahulu.
“Selain masalah kebocoran ini. Saya berharap kepada para pedagang pasar ke untuk lebih mandiri dalam merawat lingkungan tempat dagangnya, terutama masalah kebersihan dan sampah. Tidak perlu semuanya harus mengandalkan pada tenaga kebersihan pasar. Toh masalah kebersihan pasar keuntungannya juga akan balik ke pedagang sendiri. Kalau pasar terlihat bersih, otomatis banyak orang yang datang. Artinya, rejeki juga nambah” katanya.
Kepala Disindagkop, Dra. Sri Mastuti, menyatakan kunjungan ke pasar ini memang atas permintaan Wabup yang banyak menerima SMS pengaduan dari para pedagang tentang kondisi pasar. Wabup ingin melihat langsung kondisinya. Meski demikian, lanjutnya, masalah perbaikan sebetulnya sudah direncanakan oleh pihaknya lewat anggaran perubahan. Pihaknya, lanjutnya, juga sudah menjelaskan pada para pedagang. Namun mereka tampaknya tidak sabar. Padahal aturannya memang harus demikian.
“Selain kebocoran, masalah di pasar adalah tersumbatnya saluran air. Sehingga air meluap dan banjir. Perbaikan nanti selain atap juga saluran air yang tersumbat” katanya.
Salah seorang pedagang pasar, Dono, mengungkapkan bahwa akibat atap bocor kalau hujan turun di air mengenang seperti banjir. Kondisi ini menyebabkan pasar lantai dua maupun lantai dasar yang berada di bawah atap menjadi tergenang air.
“Setiap turun hujan, para pedagang harus bekerja keras menyelamatkan dagangannya dan juga mengeringkan air. Di musim hujan seperti ini, banjir hampir datang tiap hari. Akibatnya kondisi pasar sangat kumuh. Kalau sudah begini, beberapa pedagang terpaksa tidak dapat berjualan. Karena itu, para pedagang minta perhatian pemerintah untuk segera memperbaikinya” katanya. (**—eko br)

 

 

 

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan