Sat10162021

Last updateFri, 23 Nov 2018 7am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Derap Serayu online Info-Logi

Infologi

MEWUJUDKAN INDONESIA HEBAT

Pemerintah Indoensia sedang berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari Keterpurukan ekonomi dan moneter yang melanda Indonesia dan beberapa negara lainnya berdampak mengenaskan bagi kehidupan masyarakat kelas ekonomi bawah, khususnya, angka kemiskinan semakin membengkak. Angka di bawah garis kemiskinan juga semakin besar. Keterpurukan ekonomi dan moneter yang dimulai sejak 1997 M. di Indonesia telah didahului oleh krisis moral dan akidah, krisis kejujuran, dan keteladanan.

Pada sisi lain kelas ekonomi menengah ke atas, terus-menerus menumpuk-numpuk kekayaan, mengeruk harta benda dengan segala cara, dan berfoya ria mengumbar hawa nafsu. Kecil sekali perhatiannya terhadap perbaikan ekonomi golongan mustad’afin. Bahkan orang kaya terus mengeruk harta rakyat beratus-ratus trilyun rupiah dengan bekerja sama dengan para penguasa lacur. Norma-norma ketimuran sebagai orang timur, terlebih nilai akidah, syariat, dan akhlak Islam tidak lagi dilirik sedikit pun, apalagi dijadikan dasar pijakan untuk berperilaku yang cantik. Sungguh keadaan yang sangat memilukan ini menimpa hampir seluruh struktur dan kultur masyarakat Indonesia, kecuali yang dirahmati Allah SWT.

Genap lengkaplah penderitaan jasmani dan rohani, sosial dan emosional. Jati diri manusia beradab telah beralih kepada perilaku-perilaku kehewanan. Keadaan ini menunjukkan bahwa kebanyakan manusia telah bergeser dari statusnya sebagai hamba Allah SWT yang diciptakan hanya untuk beribadah kepadaNya saja. Hanyalah sedikit manusia yang Allah SWT jaga yang tidak terlibat di dalam perkara yang mengenaskan tersebut, sehingga tetap istiqamah hanya beribadah kepadaNya saja.

Ulah atau tingkah laku yang seharusnya menaati Pencipta manusia, telah mereka gantikan dengan menuruti hawa nafsu. Segala sesuatu hanya berdasar pertimbangan akal mereka yang terbatas dan nafsu hewani belaka. Aturan-aturan Penciptanya tak lagi dihiraukan.

Keadaan seperti inilah yang membuat Allah SWT menurunkan azabnya. Berbagai bencana alam, musibah berskala besar datang silih berganti. Inilah ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab yang membuat kerusakan di muka bumi ini. Allah SWT berfirman,

Kami tidaklah mengutus seorang nabi pun kepada suatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dan merendahkan diri. Kemudian Kami ganti kesusahan itu dengan kesenangan hingga keturunan dan harta mereka bertambah banyak, dan mereka berkata, ‘Sesungguhnya nenek moyang kami pun telah merasai penderitaan dan kesenangan’, maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan sekonyong-konyong sedang mereka tidak menyadarinya. Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?” (QS. Al-A’raf: 94-100).

Keadaan seperti ini membuat sebagian manusia telah kalah sebelum berperang’. Artinya, melihat, menyaksikan, merasakan, dan mengalami penderitaan yang bertubi-tubi, sekaligus tidak memiliki daya upaya dan tidak memohon pertolongan, hidayah, dan inayah kepada pencipta mereka yakni Allah SWT, akhirnya muncullah sikap menyerah, pasrah, lemah gairah untuk maju, tidak ada semangat juang untuk keluar dari krisis multi dimensional. Motivasi hancur, harta benda hancur, keluarga hancur, kehormatan hancur, tidak memiliki sandaran atau dasar beragama yang memadai, akhirnya sikap pesimistis menatap ke depan menjadi pilihan yang tak seharusnya diambil.

Sebaik-baik manusia yang bersalah adalah mereka yang menyadari kesalahannya kemudian bertaubat. Sebaliknya –tentu saja- manusia yang paling jahat adalah manusia yang berbuat salah kepada penciptanya dan kepada sesama makhluk, akan tetapi tidak mengakui kesalahannya dan dengan kepongahan dan kesombongannya, tidak peduli untuk meminta maaf, bertaubat, dan memperbaiki diri.

Kesalahan besar telah dilakukan jutaan manusia berupa akhlak rendah, tidak berakhlak karimah. Dosa-dosa besar dikerjakan setiap hari secara terang-terangan yang menjadi pemandangan menyesakkan dada orang-orang yang peduli dengan agamanya. Hukum Allah SWT tidak diterapkan di dalam kehidupan individu, keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara serta dalam tataran internasional, kecuali hal-hal tertentu yang disesuaikan dengan selera dan hawa nafsu (mencampur yang haq dengan yang batil).

Jika keadaan seperti ini tidak membuat manusia menyadari akan kekeliruan atau kesalahan dan merasa berada di dalam kebenaran atas dasar standar atau kriteria hawa nafsu, maka sungguh teramat layak jika musibah, azab, bencana, akan terus menimpa manusia Indonesia, seperti sekarang ini.

oleh karena itu mari kita perbaiki kehidupan kita dengan cara bertobat, tawakal, beramal sholeh dan tetap istiqomah dalam iman dan taqwa.

Marilah kita memohon pertolongan, karunia, petunjuk, dan inayah dariNya, agar kita semua dilepaskan dari berbagai kesulitan dan dimudahkan untuk menempuh jalan menuju perbaikan sesuai yang dikehendaki oleh Allah SWT dan RasulNya amin yrb. Ayo Wujudkan Indonesia Hebat!... (Kh.Suhedi).

Read more: MEWUJUDKAN INDONESIA HEBAT

PERCIKAN IMAN Metode Bijak Memperbaiki Aib

Hal yang sering kita lupakan diantaranya adalah mengoreksi aib diri sendiri. Ada suatu kalimat yang sangat berharga, yaitu : “Semoga Allah merahmati orang yang menunjukkan kepadaku kesalahanku”.

Ungkapan agung yang memiliki banyak makna mulia ini diucapkan oleh Umar bin Abdul Aziz. Sebuah ungkapan yang mudah diucapkan namun sulit untuk dipraktikkan kecuali oleh mereka yang memiliki jiwa besar, kokoh, hati yang suci, dan tawadlu’, yang mampu dan siap menerima serta menyadari aib yang ada pada dirinya, menghadapinya dengan tegar, dan kemudian fokus pada usaha untuk selalu memperbaikinya.

Tidak ada seorang pun di dunia yang luput dari aib. Namun terkadang, kita tidak jujur terhadap diri kita. Kita tidak siap mental menerima aib kita, sering terkesan membela-bela diri dan tidak mau menerima aib kita yang terungkap. Seandainya energi yang kita pergunakan untuk membela diri itu kita alihkan untuk melaksanakan ketaatan, maka perlahan namun pasti, aib-aib kita itu akan terlihat oleh kita. Kita akan bisa mengetahui aib yang kita miliki; apalagi jika kita memiliki teman yang baik, yang selalu mengingatkan kita kepada dzikrullah dan mengingatkan kita terhadap aib kita, tanpa bermaksud mencela ataupun menyebarkannya kepada khalayak ramai.

Terbongkarnya aib seseorang, baik lewat pemberitahuan seorang teman yang baik kepadanya ataupun melalui proses evaluasi diri bisa jadi merupakan tanda kebaikan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala inginkan pada diri orang tersebut. Karena orang yang mengetahui dan menyadari aibnya, akan bisa melakukan perbaikan-perbaikan di masa-masa yang akan datang. Semakin banyak aib yang terlihat, semakin besar usaha yang dilakukannya. Oleh karena itu, mestinya kita berterima kasih kepada orang yang mengingatkan kita terhadap aib kita. Karena dengan itu, kita jadi tersadar dan akhirnya berkesempatan memperbaiki diri. Namun sekarang sering terbalik, mestinya kita berterima kasih, malah kita marahi dan kita benci dengan berbagai alasan.

Dalam islam, ada adab-adab yang harus diperhatikan saat hendak menyampaikan aib ke orangnya. Yaitu hendaklah dilakukan dengan cara bijaksana, menjunjung tinggi adab kesantunan, cara yang baik, kalimat yang indah, menenangkan dan bisa melapangkan dada, dengan lemah-lembut tanpa kekerasan, nasihat secara diam-diam, sindiran dan bukan dengan cara terang-terangan. Demikian ini akan lebih mudah diterima; karena adab dalam menyampaikan, ungkapan cinta dan pujian memiliki pengaruh yang sangat kuat. 

Demikian juga orang yang menerima pemberitahuan tentang aib dirinya, hendaklah lebih mendahulukan prasangka baik dalam responnya, sehingga dia lebih mudah berlapang dada dengannya. 

Dalam syariat, terdapat aturan dalam menyikapi aib diri kita juga aib orang lain yaitu hendaknya kita menutupinya, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala menutupi aib kita tersebut juga aib orang lain. Karena Allah Maha Penutup dan mencintai orang yang menutupi aib. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Pemurah, kekal, dan Maha Penutup, Dia mencintai rasa malu dan sikap sitru (menyembunyikan aib). (Riwayat Abu Dawud dan Nasa’i) 

Jika seorang hamba tergelincir dalam perbuatan maksiat, lalu ia bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala lalu Allah menutupi aibnya tersebut di dunia, maka dia juga harus menutupi aibnya tersebut. Barangsiapa menutup aibnya, maka ia akan selamat dari celaan manusia dan terhindar dari murka Allah Subhanahu wa Ta’ala .

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : 

“Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat” (QS Hud/11:14).

Salah seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah ayat itu khusus untuk orang itu saja?” Nabi bersabda, “(Tidak) akan tetapi untuk semua manusia”. (HR. Muslim) Larangan menyebarkan aib akan membantu pelaku aib itu sendiri untuk bertaubat. Karena, jika aib itu disebarkan, maka bisa jadi perbuatan itu akan merusak dan bisa jadi akan membuat pelakunya semakin nekat dan berani berbuat dosa. Sebaliknya, manutupi aib bisa menjadi terapi dengan tetap menjaga harga diri dan kesucian, juga bisa semakin menguatkan ikatan cinta dan kasih sayang serta membangun sebuah pondasi yang agung, yaitu husnudzan di antara orang-orang mukmin. 

Sungguh sangat beda antara orang yang menunjukkan aib sebagai nasehat yang dilandasi kecintaan dengan orang sibuk dan senang mencari-cari kesalahan orang lain, siang dan malam. Ini adalah penyakit tercela, manakala seseorang melepaskan lisannya kemudian memata-matai manusia. Dia akan semakin lemah badannya, usianya terus bertambah, hatinya semakin sakit, waktunya tersia-sia, sementara dia tidak menyadari aibnya sendiri. 

Mestinya kita berhati-hati dan selalu menjaga diri kita. Salah seorang salaf berkata, “Saya terkadang melihat sesuatu (yakni aib orang lain) yang tidak aku sukai, namun aku tidak berani mengucapkannya karena aku takut akan tertimpa dengan semisalnya.” Yang lain berkata, “Kami telah diberitahu bahwa orang yang paling banyak kesalahannya adalah yang paling sering menyebut kesalahan manusia.” 

Hendaklah hadits ini menjadi renugan bagi kita. Sehingga kita akan semakin bijak dalam menyikapi aib kita dan orang lain, karena tidak seorangpun yang bersih dari aib. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa membimbing kita dan semua kaum muslimin dalam memperbaiki aib kita masing-masing. Kh. Suhedi, SH.

 

Imam Safangat, S.Ag Dilantik Sebagai Kepala MA GUPPI Rakit

Yayasan Gabungan Usaha Pembaharuan Pendidikan Islam (GUPPI) telah Kabupaten Banjarnegara Imam Safangat, S.Ag sebagai Kepala Madrasah Aliyah (MA) GUPPI Rakit. Seremoni pelantikan dilakukan oleh Sultoni, SH, selaku Ketua yayasan pada (18/12) di sekolah setempat. Imam Safangat dilantik untuk masa bhakti 2015 – 2019, menggantikan Drs. Jutanto Kepala sekolah yang telah menjabat 10 tahun, dan kini memasuki pensiun.

Disaksikan Dewan Guru dan Ketua Komite MA Rakit  serah terima jabatan dari Drs. Jutanto kepada Imam Safangat, S.Ag, membuat suasana cukup haru karena Drs. Jutanto sudah cukup lama menjabat sebagai Kepala sekolah di MA GUPPI Rakit, sudah seperti keluarga antara Bapak dan Anak.

Dalam sambutan usai pelantikan, Sultoni berharap dengan dilantiknya kepala yang baru, MA GUPPI Rakit akan lebih semangat dan kompak dalam kegiatan belajar mengajar, ekstra kurikuler maupun kegiatan yang lain. Sultoni, SH juga berpesan agar Kepala Sekolah yang baru dilantik bisa meningkatkan prestasi belajar dan bisa bersaing dengan sekolah-sekolah sederajat di Banjarnegara.

“Di era persaingan ini, dunia pendidikan dituntut kreatif dan inovatif, agar siswa bisa lebih maju dan berprestasi, tidak kalah dengan sekolah-sekolah di kota. Saya optimis MA GUPPI Rakit mampu meraihnya,” harap Sultoni.

Sementara itu, Imam Supangat mengharapkan kerja sama dan sinergi dari banyak pihak. Yayasan, dewan guru, komite dan tentunya siswa sendiri. Ia mewakili teman-teman guru dan karyawan mengucapkan terima kasih kepada Drs. Jutanto atas bimbingan dan perjuangannya selama ini. Sebelum seremoni pelantikan, dibacakan terlebih dahulu SK Ketua Yayasan GUPPI Banjarnegara No. 01/GUPPI/I/ 2015 tentang pengangkatan dan Pemberhentian atas nama bersangkutan. (mjp).

Lomba mancing mania yang diselenggarakan tingkat nasional diagendakan akan ikut meramaikan kegiatan Kongres Sungai Indonesia (KSI) 2015. Bila diijinkan, rencananya kegiatan ini akan dipusatkan di Waduk Mrica pada tanggal 29 Agustus 2015. Demikian disampaikan oleh Ketua Penyelenggara Ambar Prastowo, Sabtu (14/02) saat audiensi dengan Wakil Bupati di Rumah Dinas.

“Saat ini langkah awal yang kami lakukan adalah membuka hubungan dengan semua klub mancing yang ada di Indonesia. Ajang ini nantinya selain bertujuan sebagai sarana untuk mengumpulkan penghobi mancing mania dari seluruh Indonesia, juga akan mempunyai tujuan utama mempopulerkan nama Banjarnegara ke dunia luar” katanya.

Meski di Banjarnegara sudah beberapa kali diselenggarakan event cukup besar, dari yang tingkatnya nasional hingga internasional, masih banyak orang yang belum mengenal nama Banjarnegara. Karena itu, kami berharap acara mancing mania ini nantinya dapat menjadi salah satu sarana yang ikut memperluas cakupan promosi potensi dan wisata Banjarnegara.

“Kejadian ini juga terjadi di lingkungan mancing mania. Banyak dari anggota mancing mania saat dikenalkan nama Banjarnegara selalu salah mengartikan kalau tidak Banjarmasin ya Banjar Jawa Barat” katanya.

Ketua Maguro Fishing Team yang memimpin rombongan Mancing Mania, Lastiyo menambahkan bahwa dirinya yang tinggal di Jakarta juga baru paham betul bahwa Banjarnegara ada di Jawa Tengah setelah datang sendiri ke Banjarnegara. Karena itu saat ada ide mengadakan lomba Mancing Mania di WM (red. Waduk Mrica), dirinya sangat mendukung ide tersebut.

“Saya yakin, event ini akan cukup mempunyai kekuatan untuk ikut mempromosikan nama Banjarnegara ke seluruh Indonesia. Biasanya kegiatan mancing mania menarik banyak media untuk mempublikasikannya. Nanti kami akan mengupayakan kegiatan ini mendapat cukup banyak perhatian media. Ataupun pada tingkat minimal, kegiatan ini telah terpublikasi melalui jejaring mancing mania yang beranggotakan 25 ribu orang dari seluruh Indonesia” katanya.

Sesungguhnya pihaknya sebagai bagian dari komunitas mancing mania sudah lama sekali menginginkan adanya kegiatan di Banjarnegara. Gagasan mengadakan lomba mancing mania di WM sudah cukup lama tersosialisasi di medsos jejaring mancing mania. Namun baru kali ini, gagasan ini gayung bersambut oleh pihak Pemkab.

“Sungai Serayu kabarnya dihuni ikan sungai yang menjadi andalan para castinger yaitu ikan Hampala atau yang dikenal populer dengan nama ikan Palung. Ikan ini menjadi daya tarik sendiri bagi mereka untuk datang ke Banjarnegara” katanya.

Wakil Bupati Drs. Hadi Supeno, M. Si., menambahkan bahwa kegiatan KSI merupakan salah satu agenda Festival Serayu tahun 2015. Bagi sebuah event budaya, lanjutnya, event baru sangat penting untuk menarik pengunjung tetap hadir pada event tersebut.

“Karena alasan itulah, KSI ini diselenggarakan pada tahun 2015. Tema utama yang diusung di kegiatan yang akan berlangsung dari tanggal 26 – 30 Agustus 2015 adalah Sungai sebagai pusat peradaban bagi kelangsungan hidup dan kesejahteraan bersama. Kegiatan ini direncanakan akan diisi dengan sarasehan, seminar, worskshop, Kongres, dan penampilan atraksi seni budaya dari komunitas pemangku sungai se Indonesia” katanya.

Agenda KSI, juga direcanakan akan mengundang sejumlah menteri, Gubernur, Bupati, dan tokoh lingkungan sebagai pembicara. Pada puncaknya, kata Hadi, kegiatan KSI akan ditutup pidato kebudayaan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Untuk menggelorakan gema dan meramaikan kegiatan KSI diselenggarakan sejumlah kegiatan pendukung seperti Lomba Menulis, Mewarnai, Membuat Lagu, lomba foto, festival Film, dan Lomba Mancing Mania. Pada posisi ini, diharapkan Lomba Mancing Mania mampu memberikan partisipasinya meramikan kegiatan KSI seperti halnya kegiatan yang lain” katanya. (**—eko br)

 

 

Desa Mertasari Jadi Pilot Project Budidaya Minapadi FAO

Desa Mertasari Kecamatan Purwonegoro akan dijadikan pilot Project Minapadi oleh FAO. Hal tersebut ditegaskan oleh  Mr. Miao utusan FAO dari Jepang.  Dalam kunjungannya ke Desa Mertasari belum lama ini Miao melihat potensi Minapadi yang dimiliki oleh Desa  Mertasari sangat mumpuni untuk dijadikan Pilot Project Budidaya Minapadi. “Melihat potensi yang dimiliki, Desa ini patut untuk dijadikan pilot project Minapadi, lokasi ini mirip dengan di China yang sudah menerapkan pola Mina Padi sejak ribuan tahun lalu,” kata Miao melalui juru bicaranya. Petani ikan juga diminta untuk selalu menerapkan inovasi lain untuk meningkatkan produksi sekaligus pendapatan petani dan masyarakat.  Desa Mertasari juga dinilai cukup sukses dalam pengembangan budidaya minapadi dan sudah berlangsung lama bahkan sudah menjadi budaya masyarakat untuk mencari kehidupan, selain itu faktor dukungan pemerintah yang cukup tinggi serta dukungan teknologi juga menjadi pertimbangan lain ditetapkannya Desa Mertasari sebagai pilot project Budidaya Minapadi oleh FAO.  Desa Mertasari mewakili Indonesia menjadi salah satu pilot project pengembangan Minapadi selain Thailand dan Vietnam. Miao menambahkan keluhan petani tentang mahalnya harga pakan sehingga akan mempengaruhi produksi perikanan bisa disikapi dengan pola budidaya minapadi seperti yang dilakukan para petani di China. Menurut Miao semua aspek sudah mendukung untuk dijadikan pilot project budidaya perikanan hanya saja harga pakan ikan yang masih  tinggi menjadi kendala para petani untuk meningkatkan produksi. “Memang benar kendala tingginya harga pakan akan sangat berpengaruh pada produksi hanya saja jika budidaya ini bisa diperbaiki dengan model kolam, air tidak perlu selalu mengalir, dan volume air juga jangan terlalu tinggi cukup 40 persen saja, volume air yang terlalu banyak dan aliran air yang terlalu deras juga akan menyebabkan pakan terbawa arus,” lanjutnya. Kepala Bidang Perikanan pada Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Totok Setya Winarna mengatakan diliat dari kesiapan desa mertasari sangat siap, memang ada lokasi lain pengembangan minapadi yaitu di Desa Purwanegara, Rakit Banjarnegara, Pagedongan dan Mandiraja, namun yang paling siap yang di Desa Mertasari. “Kita nanti akan menyiapkan sumberdaya alam dan sumber daya manusianya, jika melihat aspek itu maka sangatlah mendukung untuk dijadikan pilot projeck. Jika melihat hasil, Budidaya Minapadi di Desa Mertasari juga sangat tinggi juga luar biasa,”kata Toto.Toto menjelaskan di Pulau Jawa  sudah sulit untuk mengembangkan area perikanan budidaya, untuk itu harus ada inovasi. Salah satu model budaya yang efektif adalah melalui budidaya minapadi. Toto menambahkan keuntungan dari budidaya minapadi sendiri antara lain biaya produksi lebih rendah karena tidak menggunakan pestisida dan jumlah pupuk yang digunakan lebih sedikit. Selain itu produksi padi juga tidak berkurang dan pertumbuhan padi lebih subur. “Keuntungan lain dari budidaya Minapadi adalah terhindar dari hama wereng serta pendapatan petani bertambah dari hasil ikan tentunya,” kata Toto. Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo pada kesempatan tersebut berharap dijadikannya Desa Mertasari sebagai Pilot Project budidaya Minapadi akan membawa manfaat bagi pengembangan perikanan melalui budi daya Minapadi. “Dari Sumberdaya alam kita siap begitupun dari sumber daya manusianya. Kita juga berharap ada tambahan inovasi teknologi budidaya minapadi dari FAO yang bisa meningkatkan produksi dan pendapatan petani dan masyarakat di sekitarnya,” kata Sutedjo. Bupati Sutedjo menambahkan pengembangan teknologi budidaya Minapadi di Desa Mertasari juga diharapkan bisa ditularkan ke wilayah lain yang mengembangkan budidaya minapadi sehingga akan berimbas kepada kesejehteraan petani nantinya. (**anhar)

TP-PKK Kabupaten Banjarnegara Gelar Orientasi Kadarkum

 

 

 

Sebanyak 60 peserta mengikuti kegiatan Orientasi Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjarnegara, mereka adalah Kader Pokja I TP PKK Kabupaten, Kader Pokja I TP PKK Kecamatan dan Kader Pokja I TP PKK Desa Binaan Tahun 2015 se-Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Aula PKK Kabupaten Banjarnegara, (25/02).

Ketua Panitia Penyelenggara, Ny. Hj. Sundari Fahrudin mengatakan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini yakni untuk meningkatkan pengetahuan tentang hukum dan masalah-masalah hukum aktual, serta untuk meningkatkan keterampilan para kader Pokja I dalam usaha penyebarluasan produk hukum dan mencegah terjadinya pelanggaran hukum.

“Maksud dan tujuan kegiatan ini yakni untuk meningkatkan kemampuan penanganan awal pada kasus hukum sekaligus sebagai wahana berbagi pengalaman dan pemahaman tentang penyuluhan kesadaran hukum” katanya.

Ny. Hj. Sundari Fahrudin menambahkan, narasumber pada kegiatan ini yakni ada dua, yang pertama dari Bagian Hukum Setda Kabupaten Banjarnegara yang akan memaparkan materi tentang Pelaksanaan RANHAM di Kabupaten Banjarnegara, kemudian yang kedua dari Polres Banjarnegara yang akan memaparkan materi tentang Proses Perdagangan Manusia atau Trafficking.

Sementara itu Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjarnegara, Ny. Hj. Sakinatun Hadi Supeno dalam sambutannya mengatakan Kegiatan Orientasi Kadarkum merupakan wadah bertemunya pengurus TP PKK Kabupaten, TP PKK Kecamatan dan TP PKK Desa Binaan serta pengurus Pokja I yang membidangi masalah hukum.

“Tujuan utama dari kegiatan ini yaitu untuk menyebarluaskan informasi dan pemahaman terhadap norma hukum dan peraturan perundang-undangan serta untuk mengembangkan kesadaran hukum masyarakat” katanya.

Menurut Ny. Hj. Sakinatun Hadi Supeno, terjadinya berbagai macam tindak kriminal dan pelanggaran terhadap produk hukum daerah setidaknya disebabkan oleh masih rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum, dan juga kesadaran masyarakat terhadap hukum masih memperihatinkan.

“Ketidaktahuan masyarakat terhadap hukum merupakan faktor utama yang menyebabkan kesadaran hukum rendah. Sosialisasi produk hukum perlu sering disampaikan dalam bentuk kegiatan maupun melalui media” katanya.

Ny. Hj. Sakinatun Hadi Supeno berharap dengan diadakannya kegiatan ini para peserta diharapkan dapat menambah pemahamannya tentang hukum. Menurutnya masyarakat seharusnya memahami eksistensi hukum, kemudian proaktif memotivasi diri dan keluarga menjadi pribadi dan komunitas sosial terkecil yang memiliki moral dan mental yang baik serta sadar dan taat hukum.

“Kelompok Kadarkum yang sudah terbentuk di perdesaan harus dapat mengambil peran dalam usaha penyebarluasan pengetahuan tentang hukum dan sebagai wadah bagi para penyuluh dan warga yang disuluh untuk tujuan agar benar-benar menjadi kuarga yang sadar akan hukum” katanya.

Para peserta yang mendapatkan materi pada kegiatan ini berkewajiaban menyampaikan kepada kelompok-kelompok yang ada di perdesaan sehingga terwujud partisipasi nyata dalam pembangunan, menumbuh kembangkan komunikasi dan semua pihak, khususnya aparatur pemerintah sehingga setiap pembangunan di bidang hukum dapat diikuti dan selanjutnya diterapkan di masyarakat. ***** (Sudin)

 

 

 

 

 

Melestarikan Budaya Gotong Royong

Zoon Political itulah ungkapan manusia sebagai makluk sosial, memang pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia tidak dapat memenuhi semua kebutuhannya sendiri. Ketika membutuhkan sesuatu, kita memerlukan bantuan dan pertolongan orang lain. Manusia adalah makhluk sosial yang selalu berinteraksi dengan  orang lain. Sebagai makhluk sosial, kita hidup secara berkelompok dan berorganisasi.Seiring dengan berubahnya jaman dimana kehidupan perekonomian masyarakat berangsur-angsur mulai berubah dari ekonomi agraris ke industri. Indusri berkembang maju dan pada zaman sekarang tatanan kehidupan lebih banyak didasarkan pada pertimbangan ekonomi, sehingga bersifat materialistik. Maka nilai kegotong royongan pada masyarakat telah memudar, sebagai contoh sekarang jarang kita temui  orang melakukan gotong royong mendirikan rumah , memperbaiki jalan atau saluran irigasi ,pembersihan makam serta fasiltas umum dan masih banyak lagi kegiatan kerja bakti dan gotong royong yang sudah mulai menghilang .Dengan bekerja sama atau gotong royong semua pekerjaan berat menjadi ringan, pekerjaan juga menjadi cepat selesai. Kata ‘gotong royong’ berarti bekerja bersama-sama (tolong- menolong, bantu-membantu) sedang kata ‘kerja bakti’ artinya kerja tanpa imbalan jasa (kamusbesar.com). Gotong royong adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama dan bersifat suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan dengan lancar, mudah dan ringan.Sikap gotong royong itu seharusnya dimiliki oleh seluruh elemen atau lapisan masyarakat yang ada di Indonesia. Karena, dengan adanya kesadaran setiap elemen atau lapisan masyarakat melakukan setiap kegiatan dengan cara bergotong royong, dengan demikian segala sesuatu yang akan dikerjakan dapat lebih mudah dan cepat diselesaikan dan pastinya pembangunan di daerah tersebut akan semakin lancar dan maju. Bukan itu saja, tetapi dengan adanya kesadaran setiap elemen atau lapisan masyarakat dalam menerapkan perilaku gotong royong maka hubungan persaudaraan atau silaturahim akan semakin erat.Dibandingkan dengan cara individualisme yang mementingkan diri sendiri maka akan memperlambat pembangunan di suatu daerah. Karena individualisme itu dapat menimbulkan keserakahan dan kesenjangan diantara masyarakat di daerah tersebut. Nilai-nilai budaya mulai dengan deras masuk dan menjadi bagian dari hidup masyarakat Indonesia. Kehidupan perekonomian masyarakat berangsur-angsur berubah dari ekonomi agraris ke industri. Indusri berkembang maju dan pada zaman sekarang tatanan kehidupan lebih banyak didasarkan pada pertimbangan ekonomi, sehingga bersifat materialistik. Maka nilai kegotong royongan pada masyarakat telah memudar. Gotong Royong merupakan suatu kegiatan sosial yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia dari jaman dahulu kala hingga saat ini. sebagaimana yang tertuang dalam Pancasila yaitu sila ke- 3 “Persatuan Indonesia”. Perilaku gotong royong telah dimiliki Bangsa Indonesia sejak dahulu kala. Gotong royong merupakan keperibadian bangsa dan merupakan budaya yang telah berakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Gotong royong tumbuh dari kita sendiri, perilaku dari masyarakat. Rasa kebersamaan ini muncul, karena adanya sikap sosial tanpa pamrih dari masing-masing individu untuk meringankan beban yang sedang dipikul.Hanya di Indonesia,kita bisa menemukan sikap gotong royong ini karena di negara lain tidak ada sikap ini dikarenakan saling acuh tak acuh terhadap lingkungan di sekitarnya. Ini merupakan sikap positif yang harus di lestarikan agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kokoh dan kuat di segala lini.Tidak hanya dipedesaan bisa kita jumpai sikap gotong royong,melainkan di daerah perkotaan pun bisa kita jumpai dengan mudah. Karena secara culture, budaya tersebut memang sudah di tanamkan sejak kecil hingga dewasa. Karena ini merupakan salah satu cermin yang membuat Indonesia bersatu dari sabang hingga merauke, walaupun berbeda agama, suku dan warna kulit tapi kita tetap menjadi kesatuan yang kokoh. Inilah alah satu budaya bangsa yang membuat Indonesia, dipuja dan puji oleh bangsa lain karena budayanya yang unik dan penuh toleransi antar sesama manusia. Gotong royong adalah sikap hidup, cara kerja, dan kebiasaan yang sudah dikenal bangsa Indonesia secara turun-temurun sejak zaman dahulu. Dalam gotong royong, orang menyelesaikan suatu kegiatan secara bersama-sama dengan saling berbagi tugas dan saling tolong menolong. Sebab-sebab adanya gotong royong, didorong oleh sikap  bahwa manusia tidak hidup sendiri melainkan hidup bersama dengan orang lain atau lingkungan sosial; pada dasarnya manusia itu tergantung pada manusia lainnya; manusia perlu menjaga hubungan baik dengan sesamanya; dan manusia perlu menyesuaikan dirinya dengan anggota masyarakat yang lain. Contoh kegiatan yang dapat dilakukan secara bergotong royong antara lain pembangunan fasilitas umum dan membersihkan lingkungan sekitar. Dengan bergotong royong, banyak hal yang telah dilakukan bangsa kita di masa lalu, mulai dari mendirikan rumah, mengerjakan sawah, membantu tetangga yang sedang berduka hingga saling bahu membahu berjuang dan memproklamasikan kemerdekaan negara Manfaat Gotong Royong adalah  semua tugas berat akan menjadi lebih ringan.  Kita hidup di dunia ini bukan seorang diri. Sebagai rakyat Indonesia, kita hidup bersama orang lain sebagai satu bangsa. Sebagai sesama, bangsa kita punya tujuan yang sama yaitu memajukan bangsa ini. .

Petani Kentang Butuh Benih Berkualitas

 

 

 

Petani di Kecamatan Batur saat ini masih kesulitan untuk mendapatkan kentang yang berkualitas. Dari kebutuhan  11 ribu ton benih,  baru tercukupi 400 ton atau baru 3 persen dari kebutuhan keseluruhan.

Read more: Petani Kentang Butuh Benih Berkualitas

Menjadi Orang Tua Ideal Bagi Anak di Usia Sekolah

 

 

 

Read more: Menjadi Orang Tua Ideal Bagi Anak di Usia Sekolah

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan