Radio Suara Banjarnegara dan Para Pendengar Setianya

Berita Daerah, Pilihan Pendengar, dan Siaran Wayang Kulit semalam suntuk adalah tiga judul program Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) yang sangat digemari Hadi Supeno kecil. Masing-masing program tersebut mempunyai manfaat dan kenangan sendiri. Demikian diceritakan oleh Wakil Bupati Drs. Hadi Supeno, M. Si., Rabu (23/12), di sela-sela peresmian Gedung Baru Radio Suara Banjarnegara di komplek Perkantoran Dinhubkominfo.

 “Berita daerah karena membuat wawasan tentang daerah menjadi luas. Pilihan pendengar bisa kirim-kiriman lagu ke teman. Waktu itu kalau ngirim lagu nama udara saya adalah Hadi Supeno dari balik gunung Pawinihan” katanya.

Khusus untuk program Siaran Wayang Kulit Semalam suntuk, sambungnya, ini agak sedikit istimewa. Sebab acara ini tidak hanya digemari oleh dirinya, namun hampir semua orang di seputaran empat desa ikut menjadi penggemarnya. Sehingga kalau pas bertepatan dengan mengudaranya program siaran wayang ini, radio kami menjadi radio milik bersama. Dari malam usai shalat Isya hingga adzan subuh lewat sedikit, kami dengan setia berkumpul mendengarkan siaran wayang kulit.

“Pada masa itu radio milik keluarga merupakan satu-satunya radio yang ada di seputaran empat desa dimana kami tinggal. Jadi radio itu menjadi seperti sebuah keajaiban kecil, tidak saja bagi keluarga kami tapi juga masyarakat empat desa” katanya.  

Radio merk Cawang merupakan radio pertama milik kami, saya ingat  betul itu, kata Hadi, setiap malam minggu di musim hajatan akan selalu berpindah tempat karena disewa oleh pemilik hajatan. Acara yang paling ditunggu oleh pemilik hajatan dan warga adalah siaran Wayang Kulit Semalam suntuk.

“Jadi pemilik hajatan tanpa harus nanggap panggung wayang sebenarnya sudah cukup digantikan oleh siaran radio. Pendengarnya pun nyaris sama dengan penonton pertunjukan wayang kulit aslinya. Jadi sangat ramai” katanya.

David Mustofa (28 th), warga Mandiraja Wetan, anggota Pertuni mengaku telah lima tahun ini menjadi pendengar setia Radio Suara Banjarnegara. Hampir di sepanjang waktu kesehariannya, radio dengan setia menemaninya. Ia serius mendengarkan radio saat ada waktu senggang. Waktu lain adalah saat sedang memijat jika pelanggan tidak keberatan, pekerjaannya itu akan selalu diiringi dengan suara radio.

“Berita daerah merupakan program yang paling saya sukai. Sebab acara ini membuat saya tahu tentang kondisi daerah” katanya.

Lain halnya denga Tinah (51 th), warga Rejasa, Kelurahan Rejasa yang sudah 20 tahun menjadi pendengar setia Radio Suara Banjarnegara. Kesetiaannya ikut menjadi saksi perjalanan radio Suara Banjarnegara yang pernah berubah-ubah nama dari RSPD di 11.8 AM, Dipayudha FM di 104.4 FM, dan kini Suara Banjarnegara masih di 104.4 FM. Hampir semua program acara yang dipancarkan Radio Suara Banjarnegara disukainya. Namun program acara yang paling disukainya adalah program hiburan interaktif seperti hiburan dangdut, memori dangdut, dan pilihan pendengar.

“Biasanya saya mendengarkan siaran radio kesukaan saya di malam hari antara pukul 10 – 12 malam. Diantara pendengar biasa saling sapa di udara dan kirim lagu. Kalau ngirim lagu saya pakai nama udara saya bunda Betty. Nama asli saya jarang yang tahu” katanya. (eko br).