Mon10252021

Last updateFri, 23 Nov 2018 7am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Derap Serayu online Laporan Khusus

laporan khusus

PD. BPR. BKK Mandiraja Lirik Seni dan Budaya

 

Setelah beberapa kali mendapatkan predikat terbaik di Jawa Tengah sejak tahun 2006 dan beberapa penghargaan nasional, PD. BPR. BKK Mandiraja  terus mewujudkan komitmennya untuk mendukung pembangunan di Banjarnegara. Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PD. BPR. BKK Mandiraja juga ikut berupaya ikut mendukung pelestarian seni dan budaya serta dunia olah raga.

 

Dukungan kepada seni dan budaya Banjarnegara mulai ditunjukan dengan dukungan terhadap berbagai pagelaran seni dan budaya di Banjarnegara. Setelah berkiprah di pada event Dieng Cultural Festival, PD.BPR.BKK Mandiraja  juga terjun sendiri untuk mempromosikan dan melestarikan seni dan budaya serta potensi yang dimiliki Banjarnegara yang dituangkan dalam kreatifitas batik yang ditampilkan dalam parade budaya Banjarnegara dalam rangka festival serayu Banjarnegara. Salah satunya dengan menyertakan pasukannya dalam gelar budaya banjarnegara dalam rangka festival serayu Banjarnegara bulan agustus lalu.

 

Selain mendukung pembangunan di Banjarnegara melalui kontribusi PAD, PD.BPR.BKK Mandiraja juga mendukung kelestarian seni dan budaya di Banjarnegara, dengan menampilkan keragaman budaya Banjarnegara yang ditampilkan melalui batik carnival dalam setiap event  parade budaya yang digelar dalam rangka festival serayu,” kata Direktur Utama PD. BPR. BKK Mandiraja Sri Hayati SE, MS.i

 

Tahun 2015 ini merupakan event ketiga kalinya PD.BPR BKK Mandiraja mengikuti Parade Budaya melalui pagelaran batik Carnival, di even tersebut PD.BPR BKK Mandiraja mengenalkan seni budaya serta  potensi Banjarnegara yang dikemas dalam bentuk kreatifitas batik yang dituangkan dalam bentuk potensi Banjarnegara.

 

Sejak Festival serayu di gelar PD.BPR BKK Mandiraja berupaya ikut mendukung dunia kepariwisataan di Banjarnegara, salah satunya dengan berpartisipasi pada event Parade Budaya, dimana Berbagai kreativitas seni ditampilkan sesuai dengan keragaman budaya di Banjarnegara. BKK juga merangkul penggiat seni dan model dalam meralisasikan karyanya di bidang seni budaya.

 

antuasias penonton

 

Dalam parade budaya lalu penampilan PD.BPR BKK Mandiraja juga paling banyak mendapat antuasias karena keserasian penampilan model dan mode pakaian yang mencerminkan potensi Banjarnegara, seperti motif salak, motif dawet ayu dan batik bermotif sungai serayu Banjarnegara.

 

Pada event 2015 PD.BPR.BKK Mandiraja juga menampilkan batik dengan motif candi Dieng yang ditampilkan melalui model model yang menjadi maskot dari salah satu BUMD  Banjarnegara ini. Batik yang bermotif ornamen candi ini menggambarkan Bahwa Banjarnegara merupakan salah satu destinasi wisata di Jawa tengah yang mempunyai pesona dan daya tarik tersendiri yaitu Candi Dieng.

 

Motif lainnya adalah batik bermotif sungai serayu yang juga ditampilkan dalam bentuk batik yang dikenankan peraga peraga, dalam motif ini ditampilkan batik bermotif atau bergambar ikan yang menggambarkan kekayaan hayati sungai serayu Banjarnegara. Motif ini sebagai bentuk dukungan terhadap Festival Serayu dan Kongres Sungai Indonesia.

 

Di barisan ini PD.BPR. BKK Mandiraja juga menampilkan tradisi pemotongan rambut gembel, yang digambarkan oleh beberapa model yang mengenakan batik bermotif candi dan bermahkotakan rambut gembel. Motif ini juga sekaligus bentuk dukungan dari PD. BPR.BKK Mandiraja terhadapat dunia pariwisata di Banjarnegara.

 

Selain potensi wisata, PD.BPR.BKK Mandiraja juga mempersembahkan batik yang menggambarkan beragam potensi lainnya yaitu potensi pertanian yang digambarkan dalam bentuk batik yang dihiasi dengan beragam hasil pertanian yang dimiliki Kabupaten Banjarnegara. Dengan harapan tercipta kabupaten yang gemah ripah loh jinawi dengan suasana yang aman dan tenteram di bawah naungan ridha dan ampunanNYA atau Baldatun Thayyibatun Wa Rabbul Ghoofur,” lanjut Sri Hayati

 

Sri Hayati menambahkan PD. BPR. BKK Mandiraja  akan terus berkomitmen untuk turut memberikan dukungan terhadap pengembangan seni dan budaya maupun peningkatan mutu sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan yang digelar.

 

Apa yang menjadi visi dan misi pemerintah selalu kami dukung, seni dan budaya merupakan salah satu pendukung pariwisata Banjarnegara, Majunya pariwisata tentunya akan meningkatkan perekonomian masyarakat, untuk itu PD.BPR BKK Mandiraja berkomitmen untuk terus mendukung upaya itu agar apa yang menjadi tujuan tercapai, yatu terwujudnya masyarakat yang mandiri dan berdaya saing,” jelasnya.

 

Lebih lanjut Sri Hayati menambahkan di tengah upaya menggairahkan bisnis pariwisata di Banjarnegara  bagaimanapun pelestarian dan pengembangan aneka ragam seni budaya di setiap daerah merupakan langkah yang strategis. Selain agar seni budaya daerah itu tidak punah, juga sekaligus bisa dijadikan daya tarik untuk menarik arus wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara, agar berbondong-bondong mendatangi Banjarnegara.

 

Tak dapat disangkal, salah satu daya tarik wisatawan adalah budaya kesenian tradisional dan juga kekhasan suatu daerah  serta potensi menarik yang ada di dalamnya,” tambah Sri

 

Sesuai dengan  visinya  yaitu Terwujudnya bank yang sehat, kokoh, mandiri, sebagai bank primadona masyarakat  maka PD. BPR BKK Mandiraja   terus  mengembangkan eksistensinya dengan memberikan dukungan dan pelayanan melalui berbagai kemudahan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

 

 

 

Dukung Prestasi Olah Raga

 

Selain mendukung seni dan budaya, PD.BPR BKK Mandiraja juga mensupport prestasi olah raga. Berbagai bentuk dukungan di berikan kepada prestasi olah raga, tujuannya satu ikut berpasrtisipasi mendukung kemajuan dan prestasi olah raga di Banjarnegara .

 

Terpisah Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo mengatakan, PD.BPR. BKK Banjarnegara merupakan salah satu perusahaan daerah yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan Asli daerah (PAD).

 

Read more: PD. BPR. BKK Mandiraja Lirik Seni dan Budaya

Waspadai Ancaman Puting Beliung saat Pancaroba

 

 

 

Puting Beliung merupakan kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Ini adalah salah satu bencana yang kerap melanda wilayah Indonesia. Kekuatan dan kedahsyatan dampak yang diakibatkan sudah tidak disangsikan lagi. Atap rumah beterbangan, benda-benda beterbangan, robohnya bangunan, tumbangnya pohon tercabut dari akarnya, adalah bukti nyata yang ditinggalkannya.

Daerah yang dilanda bencana ini akan mengalami kerugian material maupun spiritual, hancurnya harta benda,hancurnya tempat usaha, korban luka yang tidak terhitungbaik luka ringan maupun luka berat bahkan kehilangan sanak saudara akibat pusaran kuat angin puting beliung ini.

Begitu dahsyat akibat yang ditimbulkannya sehingga kita perlu mewaspadai ancaman terjadinya bencana angin puting beliung, karena setiap daerah termasuk daerah kita dapat dilanda bencana ini terutama pada masa pancaroba.

Puting Beliung

Angin Puting beliung adalah angin yang gerakannya memutar mempunyai kecepatan berputar maksimal 70 atau 80 kilometer perjam dan waktunya singkat antara 5 menit sampai dengan 10 menit.

Angin puting beliung di Indonesia berpotensi terjadi pada waktu siang hari hingga sore hari  dan sering terjadi pada masa pancaroba. Pancaroba adalah masa pergantian dari musim hujan kemusim kemarau atau sebaliknya. 

Angin puting beliung terjadi disebabkan adanya faktor perbedaan suhu permukaan. Pada prinsipnya angin mengalir dari tekanan udara tinggi ke tekanan udara rendah. Suatu daerah yang mempunyai  tekanan udara rendah (bersuhu panas), pada saat yang bersamaan pada daerah tersebut muncul awan Cumulumnimbus dimana awan ini mempunyai tekanan udara tinggi (bersuhu relatif dingin), sehingga menyebabkan udara mengalir dari dasar awan Cumulumnimbus menuju ke permukaan tanah.

Awan Cumulumnimbus atau awan CB berbentuk awan hitam pekat dan berlapis-lapis, besar dan tinggi seperti bunga kol. Awan ini dapat muncul di mana saja, baik di lautan maupun di daratan. Di daratan awan Cumulumnimbus dapat muncul di daerah pesisir maupun di daerah perbukitan atau pegunungan, sehingga semua daerah dapat diterjang oleh angin puting beliung.

Tanda-tanda 

Terjadinya bencana angin puting beliung sebenarnya tidak terjadi serta merta, ada tanda-tanda yang muncul sebelum terjadinya terjangan dahsyat angin puting beliung melanda suatu daerah. Adapun beberapa tanda-tanda angin puting beliung akan terjadi adalah :

•Bila pagi hari cuaca cerah, menjelang siang hari tiba-tiba di langit

-Ada awan CB atau awan Cumulumnimbus

-Terlihat petir

-Serta terdengar gemuruh dari kejauhan

•Maka dimungkinkan akan datang angin puting beliung.

Tindakan 

Kedatangan angin puting beliung pada suatu daerah tak dapat dicegah, jika terlihat tanda-tandanya maka tindakan yang dapat dilakukan adalah :

1.Membawa barang-barang masuk ke dalam rumah agar tidak terbawa angin

2.Menutup lalu kunci pintu dan jendela

3.Matikan setiap aliran listrik dan peralatan elektronik

4.Mencari informasi dari pihak yang berwewenang untuk mendapat petunjuk lebih lanjut

Tindakan yang dapat dilakukan pada saat terjadi angin puting beliung;

1.Jika di dalam gedung ;

a.  Cari ruangan yang dianggap aman (lantai dasar/bunker)

b. Berlindung di bawah meja (tangan/lengan menutupi kepala dan leher)

2.Jika di luar ruangan, carilah tempat serendah mungkin di sekitar anda untuk tiarap (selokan, bawah jembatan).

3.Jika sedang berkendara ;

a.  Tinggalkan kendaraan

b.  Carilah gedung atau tempat terendah di sekitar

c.  Waspada dengan pohon di sekitar jalan

Selain tindakan yang tepat ketika akan terjadi angin puting beliung, mengokohkan rumahdan memotong pohon yang tinggi di sekitar pemukiman dapat memperkecil jumlah korban maupun kerusakan jika terjadi terjangan puting beliung.

Waspadalah, setiap saat angin puting beliung dapat mengancam daerah kita, mengetahui tanda-tanda serta tindakan yang 

tepat akan menyelamatkan jiwa kita dan meminimalisir kerugian yang ditimbulkannya. (Ko-y)

 

 

 

 

Sosialisasi Perpres Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

 

 

 

Bertempat di Sasana Abdi Praja Setda, Bagian Pembangunan Setda Kabupaten Banjarnegara melakukan sosialisasi Peraturan Presiden (PP) Nomor 4 tahun 2015 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, (18/2). Kegiatan ini diikuti oleh unsur Kepala SKPD, Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom), Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan rekanan pemerintah, dengan nara sumber Mudji Santosa SE, MM dari Lembaga Kebijaksanaan Pengadaan Pemerintah (LKPP) Republik Indonesia, Jakarta.

Kabag Pembangunan Setda, Joy Setiawan, mengatakan, PP ini merupakan revisi dari peraturan sebelumnya yaitu PP Nomor 54 tahun 2010. Dikatakannya, sosialisasi PP ini lebih mengarah pada percepatan penyerapan anggaran serta kemudahan dalam proses pengadaan barang dan jasa, dengan tetap mengedepankan dan menciptakan keterbukaan, transparansi, akuntabilitas, serta tidak diskriminatif.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara, Drs. Fahrudin Slamet Susiadi MM dalam sambutannya mengatakan, siapapun yang berkecimpung di bidang pengadaan barang dan jasa, harus terus diberi pemahaman yang baik agar dalam pelaksanaanya sesuai dengan PP yang ada guna menghindari terjadinya penyimpangan di lapangan, sehingga terhindar dari masalah hukum dan kesulitan di kemudian hari.

Single tafsir

Seka menambahkan, setelah semua pihak memahami aturan yang ada dalam Perpres ini, hendaknya hanya ada single tafsir, sehingga tidak membiungungkan. “Harus ada single tafsir, tidak ada interpretasi yang bias sehingga tidak membingungkan. Dengan begitu, penyerapan anggaran bisa lebih cepat dan efisien, dan proses pengadaan lebih efektif, terbuka, akuntabel,” katanya saat memberikan sambutan.

 

Sementara itu, nara sumber dari LKPP, Mudji Santosa, secara garis besar menyampaikan, pengadaan barang dan jasa pemerintah dimaksudkan untuk memperoleh barang dan jasa yang terjangkau dan berkualitas, serta dapat dipertanggungjawabkan baik dari segi fisik, keuangan maupun manfaatnya, bagi kelancaran tugas pemerintah  dan pelayanan masyarakat. “Untuk itu perlu ditingkatkan pengetahuan SDM aparatur di bidang pengadaan barang dan jasa, baik dalam kelompok kerja ULP, pejabat pembuat komitmen (PPK), pejabat pengadaan, maupun penyedia jasa sendiri,” ungkapnya. (mujiprast).

 

 

 

ASYIKNYA BERWIRAUSAHA

Ya bos, siapa yang tak ingin menjadi bos, pastilah semua orang menginginkannya. Kenapa bos? karena bos itu identik dengan kemerdekaan, merdeka mengatur diri, mengatur kemauan, mengatur mood dan mengatur income tentunya Bob memotivasi kita  untuk menjadi  bos, menjadi seorang wirausahawan  yang memiliki hak  penuh  dalam menentukan sikap  seperti dirinya. Karena merdeka memang sangat menyenangkan.Tak diatur-atur oleh pimpinan.Tak diatur-atur oleh birokrasi. Tak hanya  itu, menjadi bos itu berarti juga berbuat banyak untuk karyawan-karyawannya. Tidak melulu berfikir bagaimana dirinya bisa sejahtera  dan kebutuhannya tercukupi, namun juga berfikir untuk para pekerjanya. Bagaimana agar selalu  bisa menjadi perantara rizqi bagi mereka. Dengan memiliki usaha, kita mempekerjakan orang, berarti juga rizqi  mereka   bergantung pada kelancaran usaha kita. Itulah yang dimaksud menjadi perantara rizqi orang lain. Kalau kita memiliki 3 karyawan, kemudian karyawan tersebut masing-masing memiliki 3 anggota keluarga, berarti kita telah menghidupi 9 orang tersebut. Dan tentu saja mereka berharap usaha kita lancar agar mereka tetap bisa bekerja dengan kita. Tak hanya berharap, namun mereka juga berdoa untuk usaha kita. Coba bayangkan kalau kita memiliki, 10, 100 atau 1000 pekerja, berapa banyak yang ikut mensukseskan usaha kita, berapa banyak orang yang rizqinya mengalir lewat kita dan berapa banyak yang ikut  mendoakan agar usaha kita  sukses. Endingnya berapa amal kebaikan kita karena  sudah menjadi perantara rizqi. Wah,  pantas saja  semakin hari para pengusaha semakin besar  usahanya,  memiliki  banyak cabang pula.  Mereka  semakin kaya serta semakin banyak assetnya, mungkin  bisa jadi karena loyalitas dan  doa-doa para karyawan dan keluarganya yang diijabah. Kenapa seorang Bob Sadino memotivasi  kita untuk menjadi seorang enterpreneur, tentu karena  beliau  sudah malang melintang menjadi pegawai, merasakan seperti apakah menjadi pegawai. Meski saat itu  berpenghasilan besar karena bekerja pada perusahaan asing, namun kala itu Bob tetaplah Bob yang pegawai, yang kemerdekaannnya diikat. Tentu saja dengan terbelenggu tersebut orang  tidak punya domain apapun,harus menjadi seorang yes men,yang siap setiap saat untuk menjalankan tugas atasan meski tidak tahu kapan badmood melanda, itulah pegawai. Dari motivasi Bob  tersebut  maka bisa kita simpulkan bahwa berwirausaha  adalah menjadi bos untuk diri sendiri , mengatur diri sendiri dan tidak diatur oleh orang lain. Yang berarti juga bahwa seorang enterpreneur atau berwirasaha adalah  mereka yang merdeka, merdeka tak diatur-atur dan merdeka dalam mendpatkan rizki yang tak berbatas. Tidak dibatasi ruang dan waktu. Berbeda dengan pegawai yang penghasilannya sama setiap bulan, sama seperti tahun lalu bahkan  sama seperti   beberapa tahun lalu. Tak hanya true story  dari  para pengusaha sukses yang menjadi motivator untuk berwirausaha, bahkan ada sebuah hadits yang   memotivasi untuk berbisnis atau menjadi pedagang.

 “Sembilan dari sepuluh pintu rejeki ada dalam perdagangan”.

 

Meski hadist tersebut banyak yang mengatakan dhoif (lemah)namun bisa menjadi motivasi yang kuat agar orang  melakukan wirausaha.Karena dari 10 pintu rizqi   yang 9 terdapat dalam perdagangan. Dan memang bisa kita lihat, orang-orang kaya di negeri ini dan di luar negeri adalah mereka yang berwirausaha bukan mereka yang menjadi pegawai.

 MENGUBAH MINDSET  Menyitir pernyataan Ir Ciputra, seorang pengusaha Indonesia yang sukses, “Akar dari kemiskinan Indonesia bukan semata karena minimnya akses pendidikan, melainkan karena sistem pendidikan di negara ini tidak mengajarkan dan menumbuhkan jiwa entrepreneur dengan baik. Pendidikan tinggi Indonesia lebih banyak diarahkan menjadi pencari kerja dibanding pencipta lapangan kerja. Sistem pendidikan Indonesia yang banyak mengandalkan sistem belajar pasif (guru menerangkan dan murid mendengarkan) memberikan dampak yang cukup signifikan untuk membuat masyarakat Indonesia menjadi tidak kreatif dan produktif, dan hanya terbiasa mengandalkan makan gaji. Negara ini banyak mencetak begitu banyak sarjana yang handal dengan kemampuan akademisnya, namun tidak handal menjadikan mereka lulusan yang kreatif yang dapat menciptakan lapangan kerja. Akibatnya, pengangguran terdidik di Indonesia semakin besar setiap tahunnya. Sedangkan menurut Robert Kiyosaki dalam bukunya yang sangat terkenal “Rich Dad Poor Dad”, sangat jelas sekali memberikan gambaran tentang kondisi yang cukup memprihatinkan, bahwa orang lebih memilih bekerja untuk uang daripada uang yang bekerja untuk orang. Coba simak saja penjelasan berikut, bahwa ada 4 tipe orang dalam Cashflow Quadrant, yaitu Employee, Self-Employed, Business owner dan Investor. Kuadran 1 atau orang yang bekerja untuk uang diisi oleh Employee dan Self-Employed. Sedangkan Kuadran 2 atau uang yang bekerja untuk orang diisi oleh Business owner dan Investor. Dari kedua kuadran tersebut, secara jelas Kiyosaki mengatakan bahwa orang-orang yang berada di kuadran kedua-lah yang bisa menjadi orang yang kaya. Jadi, kalau bukan menjadi Business Owner berarti harus menjadi Investor. Seperti orang kita bilang, kurang afdhol kalau belum bisa menjadi PNS. Nah, kondisi tersebut yang juga mendukung pernyataan bahwa orang lebih memilih bekerja untuk uang, bukan sebaliknya. Menurut kamus Istilah Pupuler, Kata Wiraswasta  berarti menciptakan lapangan usaha sendiri. Wiraswastawan berarti pengusaha, orang yang berpenghidupan dari berwiraswasta, sedangkan wirauasaha adalah usaha yang digerakkan dengan modal semangat, keberanian dan kejujuran. Bisa disimpulkan bahwa yang berwirausaha adalah orang yang berani, semangat dan jujur. Ketiga indikator ini bisa diartikan secara luas sesuai dengan sifat berwirausaha yang handal, semangat, berani dan jujur. Semangat dalam mengembangkan usahanya, berani mengambil resiko dan jujur pada diri sendiri, misal jika diri masih kurang ilmu dalam usahanya,  ya harus  banyak belajar  demi kemajuan usahanya. Seorang wirausahawan sejati,semakin lama menjalankan usaha semakin banyak pengalaman yang dirasakan, semakin pintar pula dalam mengatasi masalah yang timbul.Semakin tahan banting. Seperti makna wirausaha di atas, berani,  semangat dan jujur, seorang wirausahawan memang harus orang yang berani mengambil resiko, mengatasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi  dalam menjalankan dalam usahanya. Bukan orang yang belum memulai usaha sudah takut kemungkinan-kemungkinan yang  belum tentu terjadi, dan akhirnya gagal memulai usaha. Ide-ide cemerlang  yang  datang  setiap saat untuk  memajukan usaha,adalah termasuk perbuatan baik yang bernilai ibadah. Kalau begitu bisa kita hitung seorang yang mempunyai banyak usaha sudah berapa amal baik yang mereka lakukan?tentu banyak sekali 

MEMAKSIMALKAN POTENSI  Kita sebagai manusia diciptakan dengan miliyaran sel otak. Sel otak bisa berkembang dan bisa stagnan tergantung bagaimana kita memperlakukan sel-sel tersebut. Bila otak terlatih untuk berfikir dan berkreasi maka otak akan semkain cerdas dan berkembang. Dan sebaliknya apabila otak kita dibiasakan tidak berfikir, tidak kreatif maka otak tidak berkembang secara kuwalitas. Ada joke yang membuat kita tersinggung sebagai orang Indonesia. Katanya apabila otak-otak orang Indonesia dijual akan laku sangat  mahal, kenapa? karena masih sangat orisinil, alias tidak pernah digunakan untuk berfikir yang rumit-rumit,yang susah-susah, tidak suka tantangan dan lain-lain. Lebih suka berfikir yang ringan dan mudah-mudah. Karena berwirausaha banyak tantangannya maka orang Indonsia kebanyakan tidak mau melakukannya, takut resiko. Padahal berfikir wirausaha diyakini bisa membuat otak semakin cerdas. Karena banyak hal yang dipelajari. Berwirausaha berarti   memadukan banyak ilmu. Ada ekonomi, sosial ,  matematika  dan agama. Kenapa agama, karena endingnya semua urusan kita serahkan kepada yang maha kuasa Alloh SWT, termasuk urusan bisnis. Ippo santoso seorang penulis  buku-buku best seller tentang kewirausahaan dan juga seorang  enetrpreneur mengajak untuk berwirausaha hanya dengan meyakini kekuatan otak kanan. Dia mengatakan  tidak harus semua dilogika, dinalar, dimatematis  yang biasanya selalu  melibatkan otak kiri. Namun libatkanlah otak kanan,  sisi otak yang menghantarkan  kita pada keyakinan sukses. Menurutnya apabila kita berfikir positif tentang sesuatu hal maka akan terjadi hal-hal positif juga, termasuk kesuksesan yang kita yakini akan berpihak pada kita bila berwirausaha. Untuk disebut sebagai negara maju, Indonesia masih butuh banyak  wirausahawan. Menurut catatan, manusia Indonesia   yang melakukan wirausaha hanya sekitar 1 prosen lebih, padahal untuk bisa dikatakan sebagai negara maju ternyata mebutuhkan 2 prosen wirausaha, kenapa bisa demikian? ya karena semakin banyak yang berwirausaha akan semakin banyak pula  pengangguran  yang terserap kerja, tidak ada orang-orang yang menganggur dan menjadi miskin.Dan semakin tidak banyak pula orang-orang yang pergi ke luar negeri mengais dolar di negeri orang. Meski dengan bekerja di luar negeri lebih banyak upahnya namun kesejahteraan tidak didapatkan. Karena seorang wirausaha harus tahan banting dan segera bangkit, sampai ada seorang motivator yang mengingatkan , bahwa dalam berusaha setidaknya orang  akan mengalami kegagalan sebanyak 7 kali, setelah 7 kegagalan usaha orang akan melenggang ke usaha yang sukses. Dari pendapat motivator tersebut, bagi yang baru usaha sekali kok  gagal maka harusnya mencoba dan selalu mencoba lagi, sampai  bisa menemukan  dimana passion bisnis  dia sebenarnya. Orang hebat bukannya orang yang bergitu mendirikan usaha langsung sukses, namun orang hebat adalah orang yang mampu bangkit, berdiri dan berlari berkali-kali. Tidak ada bimsalabim dalam meraih kesuksesan, karena yag instan tersebut biasanya cepat hilang Bob Sadino sudah meninggalkan kita semua, menjadi kewajiban bagi kita manusia untuk meniru yang baik-baik dari orang lain, termasuk jiwa enterpreneur seorang Bob.Dengan melihat  kondisi Indonesia yang demikian ini, banyak pengangguran dimana-mana.Sudah sepatutnya orang Indonesia  tertarik untuk berwirausaha, apalagi bagi mereka yang dikaruniai pikiran luas dan inovatif. Sayang kalau anugerah pikiran tidak dimanfaatkan untuk kemaslahaatan. ‘Bukankah Nabi Muhammad juga memberikan contoh untuk mencari rezeki melalui aktifitas perniagaan, tentu saja hal tersebut sudah dicontohkan oleh Beliau beribu-ribu tahun silam. Untuk saat ini lihat saja pelaku usaha seperti Ciputra, Aburizal Bakri, Chairul Tanjung, dan lain-lain yang juga berhasil di usaha perniagaan. “Dan tidak ada satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin oleh Allah rezekinya. Dia Maha Mengetahui tempat kediamannya (dunia) dan tempat penyimpanannya (akhirat). Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz).” (QS. Huud [11] : 6) Namun yang perlu diresapi dan dipahami dari ayat di atas bahwa jaminan rizqi dari Alloh tidak serta merta membiarkan kita tinggal ongkang-ongkang kaki saja tanpa ada usaha dan ikhtiar namun justru kita yang harus MENJEMPUT REZEKI. Bukankah seekor ayam saja harus mengais-ngais tanah untuk bisa mendapatkan makanan apalagi kita sebagai manusia yang mempunyai akal pikiran dan potensi lebih dibandingkan dengan makhluk lainnya.

 Penulis adalah Owner RM Talago Sari KarangKobar, mengajar di Mts Cokroaminoto Wanadadi

Promosikan RSUD lewat Gowes

 

 

 

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hj. Anna Lasmanah Soemitro Kolopaking mempunyai cara unik promosikan aktivitasnya. Jumat pagi (13/02), melalui kegiatan gowes yang rutin diselenggarakan oleh Pemkab, Direktur RSUD mengenalkan program baru lembaganya. Hadir pada kesempatan ini Wakil Bupati, Dandim 0704, Kapolres Banjarnegara, Sekda, Kepala SKPD, dan masyarakat penggemar dan penghoby sepeda di Banjarnegara. 

Menurut Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Soemitro Kolopaking, dr. Agung Budianto, M. Kes., RS yang dipimpinya sekarang telah memiliki 211 kamar dengan sejumlah dokter spesialis yang siap melayani masyarakat. Dokter spesialis anak ada 3 orang, dokter spesialis Kandungan 2 orang, dokter spesialis bedah 2 orang, dokter spesialis kandungan 2 orang, dokter spesialis mata 1 orang, dokter spesialis syaraf 1 orang, dokter spesialis kulit dan kelamin 1 orang, dokter spesialis THT 1 orang, ditambah dokter umum, dokter gigi, dan poli VCT yang mengurusi masalah HIV AIDS. Selain itu, RS juga melayani konsultasi psikologi dan konsultasi gizi.

“Khusus bagi Ibu hamil yang merasa kurang nyaman berkonsultasi dengan dokter pria, sekarang di RS sudah ada dokter perempuan spesialis kandungan. Jadi tidak perlu lagi mencari keluar kota, di Banjarnegara sudah ada” katanya. 

Sekretaris Daerah, Drs. Fahrudin Slamet Susiadi, MM menambahkan Pemkab mendorong terus upaya RS mengembangkan mutu pelayanannya. Ke depan, lanjutnya, komplek perkantoran Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) akan kita pindah ke komplek perkantoran di Semampir. Eks kantor DKK akan digunakan untuk pengembangan Rumah Sakit. 

“Yang penting Direktur dan jajarannya segera merampungkan Design Egineering nya terlebih dahulu. Sehingga apa yang direncanakan secara pasti terlihat di situ. Termasuk rencana tempat parkir dan parkir mau dibangun seperti apa. Jangan sampai kendaraan parkir sembarangan sehingga terlihat kurang bagus. Harapan saya, DE secepatnya dapat diselesaikan sehingga dalam waktu tidak lama pekerjaan dapat segera dimulai” katanya. 

Terpisah, Kepala Bagian Kesra Drs. Wahyono, MM, selaku pengampu kegiatan gowes Pemkab menyatakan bahwa kegiatan ini gowes kali ini bukan merupakan lomba yang harus menggunakan ukuran jarak tertentu maka jarak gowes pun tidak terlalu jauh. 

“Rute yang dipilih terhitung rute sedang, kurang lebih hanya 10 Km” katanya.

Diawali start dari alun-alun kota Banjarnegara, katanya, rombongan pesepeda yang berjumlah kurang lebih 150 orang bergerak ke arah barat menuju desa Blambangan. Belok kanan, masuk desa Blambangan menyusur desa dan persawahan, terus memutar mengikuti jalan desa keluar di wilayah Kelurahan Semampir, masuk jalan raya utama langsung mengarah ke garis Finish di pelataran parkir RSUD sebelah dalam.

“Di garis finish diselenggarakan sedikit keramaian dan pengundian hadiah yang selalu menarik keterlibatan peserta gowes. Kesempatan ini dipergunakan oleh RSUD untuk mengenalkan program-programnya. Karena berada di lingkungan RS, maka kegiatan hiburan musik yang juga diminati peserta gowes ditiadakan untuk memberi kenyamanan pasien yang tengah dirawat” katanya. (**—eko br)

 

 

 

Kegiatan Fisik Tahun 2014 Diresmikan

 

 

 

Sebanyak 2.996 kegiatan yang telah dilaksanakan  pada tahun 2014 dengan total anggaran sebesar Rp. 606.342.040.084. Anggaran tersebut berasal dari  APBD Banjarnegara sebesar Rp. 474.094.719.084, APBD Provinsi (Bantuan Keuangan) sebesar Rp. 71.181.281.000 dan APBN atau DAK sebesar Rp. 61.066.040.000. “Peresmian  kegiatan juga sebagai media informasi kepada masyarakat Banjarnegara tentang hasil-hasil pelaksanaan program pembangunan yang telah dilaksanakan pada tahun 2014, sekaligus sebagai media agar masyarakat mengetahui hasil-hasil pembangunan yang telah di capai pada tahun 2014,” kata Asisten Bidang Pembangunan dan Ekonomi Doni Sutrisno pada acara peresmian kegiatan kegiatan tahun anggaran 2014 Selasa (10/2) di halaman Dekranasda.

Beberapa pembangunan fisik di tahun 2014 antara lain adalah kantor kecamatan Wanayasa, Kantor Dinas Kependudukan Dan Cacatan Sipil serta Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KP2T).

“Kantor ini berada di komplek perkantoran di kelurahan semampir , keberadaan kantor kantor tersebut adalah untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan yang maksimal kepada masyarakat, karena kantor lama dinilai sudah tidak layak lagi untuk melayanai kebutuhan masyarakat,” lanjut Doni.

Bupati Sutedjo Slamet Utomo pada kesempatan tersebut mengatakan pada tahun 2014 pemkab juga melaksakanan pembangunan sarana masyarakat lainnya berupa revitalisasi alun-alun utara, ruang terbuka hijau berupa taman kota, penataan lingkungan balai budaya dan perbaikan-perbaikan trotoar. Pembangunan tersebut semuanya diarahkan untuk keamanan dan kenyamanan warga Banjarnegara.

“Pembangunan gedung tersebut  adalah untuk mendukung tekad kita sebagai kabupaten layak anak, Kabupaten Peduli Lansia serta Kabupaten peduli hak asasi manusia, pembangunan fisik juga dilaksanakan  di sektor pendidikan, Kesehatan, Pertanian dan Pariwisata,” tambah Doni.

Peresmian  kegiatan-kegiatan hasil pembangunan di tahun 2014 juga ditandai dengan simbolis peresmian gedung Dekranasda daerah Banjarnegara. Gedung baru yang sangat representatif dan sangat strategis di pusat kota tersebut menelan anggaran sebesar Rp. 2.917.845.000. “Keberadaan gedung tersebut diharapkan mampu memacu produk produk kerajinan lokal Banjarnegara. Melalui gedung ini akan terjalin komunikasi antara sesama pengrajin, pengrajin dengan pemerintah, pengrajin dengan pembina dan yang utama adalah pengrajin dengan konsumen,” kata Bupati Sutedjo

 

Gedung Dekranasda juga diharapkan mampu untuk mengembangkan kerajinan lokal seperti keramik, anyaman bambu, Batik Gumelem, Tatah Sungging, Lukisan  Kaca sehingga dapat berkembang pesat dan dikenal oleh masyarakat. (**anhar).

 

 

 

Bupati : Alokasi Pupuk Cukup, Penyaluran Harus Lancar

Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo mengatakan alokasi pupuk yang cukup tidak akan ada maknanya jika penyaluran tidak lancar. Kebutuhan pupuk yang tinggi dan tidak diimbangi ketersediaan yang mencukupi juga akan menimbulkan dampak yang tidak dikehendaki seperti harga yang berada jauh diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan serta beredarnya pupuk yang tidak sesuai dengan kandungan barangnya dan gejolak sosial lain. 

Berkait dengan hal tersebut maka partisipasi dan koordinasi yang baik antara pemangku kepentingan sangat diharapkan. Kondisi ketiadaan pupuk bersubsidi dilapangan juga harus cepat direspon dan jangan dibiarkan petani kebingungan mencari pupuk. 

“Hal ini harus menjadi perhatian semua, karena keterlambatan pemupukan akan berdampak terhadap produktivitas lahan yang dikelola, jika produktivitas tidak optimal maka program swasembada pangan tidak akan pernah terwujud,” kata Bupati Sutedjo pada acara rapat koordinasi Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida, (KP3) Banjarnegara di Aula Dintankannak, ( 28/1). 

Dia menambahkan peran sektor pertanian dalam mensukseskan pembangunan tidak akan berhasil apabila tidak didukung oleh sarana dan prasarana produksi yang memadai. Sarana dan prasarana produksi tersebut antara lain adalah lahan pertanian, bibit atau benih,alat pertanian dan tidak kalah pentingnya adalah ketersediaan pupuk,baik pupuk organik maupun an organik. 

Bupati Sutedjo juga mengakui jika kemampuan petani sangat terbatas sehingga pemerintah pusat dalam membantu petani memperoleh pupuk sudah dilakukan sejak tahun 2003. 

“Pupuk bersubsidi diperuntukan bagi petani, pekebun, peternak yang mengusahakan lahan dengan total luasan maksimal 2 hektar atau petambak dengan luasan maksimal 1 hektar setiap musim tanam per keluarga,” lanjutnya. 

Dalam pengawasan 

Pupuk bersubsidi adalah barang dalam pengawasan yang pengadaan dan penyalurannya mendapat subsidi dari pemerintah untuk kebutuhan kelompok tani atau petani di sektor pertanian. 

“Karena pupuk bersubsidi termasuk ketegori barang dalam pengawasan maka penyaluran pupuk bersubsidi harus sesuai peruntukannya. Pupuk bersubsidi ini diberikan kepada petani yang terakomodir dalam rencana definitif kebutuhan kelompok atau RDKK, “tambah Sutedjo. 

Jumlah pupuk bersubsidi pada tahun 2015 di Banjarnegara untuk jenis urea tercatat sebanyak 22.100 ton, jenis Za sebanyak 2.351 ton, pupuk SP36 sebanyak 4.100 ton, NPK 10.501 ton dan organik sebanyak 5.600 ton. 

Kepala Bagian Perekonomian Setda Banjarnegara Teguh Handoko mengatakan rakor pupuk diikuti oleh 120 peserta dari dinas instansi terkait, tim  Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Banjarnegara, Koordinasi petugas pertanian se Kabupaten Banjarnegara, PT. Pusri dan PT. Petrokimia Gresik perwakilan Banjarnegara, Ketua Kelompok Tani, distributor dan Pengecer pupuk. 

“Rakor ini dimaksudkan untuk menyampaikan informasi dan pemahaman kepada seluruh pelaku usaha terkait dengan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2015 serta melakukan evaluasi, pengawasan dan pengendalian distribusi pupuk bersubsidi,” kata Teguh. 

Teguh menambahkan tujuan, dari rakor adalah agar rakor Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida berdaya guna untuk mensosialisasikan peraturan bupati nomor 72 tahun 2014 tentang kebutuhan dan Harga Eceran tertinggi pupuk bersubsidi tahun 2015 di Banjarnegara sehingga sampai pada sasaran penerima dan sesuai dengan peruntukannya. 

“Permasalahan yang timbul dalam pendistribusian pupuk bersubsidi saat ini adalah mengenai kelangkaan, ketidakstabilan harga pupuk bersubsidi maupun permasalahan lainnya,” pungkas Teguh.  (**anhar).

Desa Sirukun, Kecamatan Kalibening Maju ke Tingkat Nasional Lomba Hatinya PKK

 

 

 

Halaman asri, indah, teratur, dan nyaman atau yang sering disingkat dengan Hatinya PKK memang sangat melekat dengan keseharian masyarakat Desa Sirukun, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara. Bagi masyarakat Desa Sirukun, tradisi menanam sudah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari keseharian mereka. Karenanya tidak salah jika desa ini pada akhirnya terpilih mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam Lomba Hatinya PKK Tingkat Nasional. “Kebiasaan bercocok tanam memang sudah melekat dengan warga Desa Sirukun. Apalagi sejak mendapat bimbingan dari Tim penggerak PKK Kabupaten yang makin intens setahun ini, hasilnya bisa dilihat sekarang, semua halaman menjadi hijau oleh tanaman sayuran dan buah-buahan,” kata Karpi saat ditemui Derap Serayu di rumahnya, (25/2).

Memang, sebagian besar masyarakat Desa Sirukun bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang. Pada umumnya mereka sudah paham tentang kegiatan ekonomi kemasyarakatan. Salah satu kegiatan ekonomi produktif yang dikembangkan di desa ini adalah membudidayakan sayuran dan ikan. 

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sirukun, Nyonya Suwiti Nur Afianto pada saat evaluasi tanggal 10 Februari 2015 lalu menjelaskan, bahwa pemanfaatan pekarangan untuk tanaman produktif di Desa Sirukun sudah tersebar di semua dusun. 

Tak hanya di pekarangan yang luas, di pekarangan yang sempit sekalipun, masyarakat sudah memanfaakannya dengan baik untuk menanam berbagai tanaman seperti sayuran, tanaman obat atau TOGA, buah-buahan dll yang dapat membuat halaman menjadi hijau, bersih, dan indah di setiap mata yang memandang.

 

Daun Bawang Sebagai Ikon Sirukun

“Tanaman unggulan yang menjadi ikon desa kami adalah daun bawang atau yang sering disebut muncang. Selain itu ada juga tanaman selada, kubis, tomat, cabai, sawi, kangkung, dll. Sementara untuk pembudidaya ikan, kami memfokuskan ikan hias sebagai  salah satu komoditi yang diunggulkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” jelas Suwiti.

Budidaya Ikan Hias, Komoditi Unggulan

Salah satu pengusaha ikan hias yang sukses dari desa Sirukun adalah Karso Marwoto Prawiro atau yang lebih dikenal dengan panggilan Pak Haji Karso. Menurutnya sudah lama masyarakat Desa Sirukun membudidayakan ikan, namun hanya untuk konsumsi sendiri, dan ikan hias menjadi salah satu komoditas yang dipasarkan hingga ke luar daerah.

“Ikan hias dari Desa Sirukun  dipasarkan ke Pekalongan dan wilayah pantura dengan bervariasi sesuai dengan jenis ikan yang dipasarkan. Ada juga pedagang ikan hias dari luar kota yang sengaja datang ke desa kami mengambil ikan untuk dijual kembali. Belum lama ini pedagang dari Pekalongan, Pemalang dan Batang juga mengambil ikan hias dari sini,” tambahnya.

Beberapa jenis ikan hias yang dibudidayakan di Desa Sirukun diantaranya ikan Koi, Komet dan jenis Plati, Manfish dan Tawes Koncer, Rainbow. “Para pembeli biasanya akan memberikan harga setelah melihat jenis ikannya, kalo cocok maka akan dibeli dengan harga yang sesuai dengan jenis ikan hias tersebut,” kata Karso.

Sementara itu, Camat Kalibening Paryono menambahkan, bekerjasama dengan PKK Kecamatan, ia terus mendorong masyarakat untuk mengembangkan dan membudidayakan ikan hias sebagai salah satu komoditas unggulan di Sirukun. “Sembari mengaplikasi-kan program yang dicanangkan pemerintah yakni Melati Harum (memanfaatkan lahan tidur di halaman rumah) kami juga memberikan masukan kepada masyarakat untuk ikut mengembangkan ikan hias,” kata Paryono.

Kepala Bidang Perikanan pada Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (Dintankannak) Kabupaten Banjarnegara, Totok Setya Winarna mengatakan, pengembangan ikan hias di Desa Sirukun Kecamatan Kalibening sudah lama dirintis. Hanya saja saat ini para pembudidaya ikan masih fokus kepada pembesaran ikan hias dan belum ada pengembangan untuk bibit ikan hias.

“Kebanyakan para pembudidaya di Desa Sirukun hanya membesarkan kemudian dipasarkan, kami akan berupaya memberikan penyuluhan tentang budidaya dan merintis untuk pendederan atau  pembibitan ikan hias. Dalam waktu dekat kami akan ajak mereka mengadakan studi banding ke sentra perikanan di Jawa Timur atau Jawa Barat,” kata Totok.

Keinginan masyarakat Desa Sirukun untuk menjadikan desa yang asri, indah, teratur, dan nyaman secara terus-menerus dipupuk melalui pertemuan rutin kader PKK. Langkah yang ditempuh diantaranya dengan menggalang kemitraan bersama instansi terkait, seperti Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Dinas Kesehatan, Kantor Ketahanan Pangan, dan dinas-dinas terkait lainnya.

Kegiatan Ekonomi Produktif

Selain untuk memenuhi kebutuhan harian dari setiap warga, hasil tanaman mereka juga diolah bersama melalui UP2KS Rukun Jaya yang mereka dirikan untuk memproduksi berbagai jenis makanan lokal seperti keripik daun singkong, alen-alen, getuk, opak, dll. 

Sementara itu, untuk memasarkan hasil tanaman dan hasil perikanan, PKK Desa Sirukun bekerjasama dengan Bara Snack, perusahaan yang biasa mendistribusikan hasil makanan di Banjarnegara ke beberapa tempat seperti toserba, supermarket, dan mall-mall baik di wilayah Banjarnegara sendiri maupun ke luar kota. 

Pengolahan Sampah Organik dan Anorganik

Sedangkan untuk menjaga agar lingkungan tetap bersih dan sehat, masyarakat terbiasa untuk mengolah sampah yang ada baik sampah organik maupun anorganik. Sampah organik dimanfaatkan sebagai pupuk organik. 

“Masyarakat Desa Sirukun memiliki kesadaran tinggi dalam hal pertanian organik.  Karenanya sebagian besar warga menggunakan pupuk organik dalam pertanian karena dirasa lebih aman bagi kesehatan dan lingkungan. Sementara itu, untuk sampah anorganik, masyarakat mengolahnya kembali menjadi barang-barang yang bermanfaat dan memiliki nilai jual seperti tas, dompet, bunga, vas bros, dll,” jelas Suwiti.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Banjarnegara, Sri Hayati Sutedjo mengatakan, evaluasi Hatinya PKK merupakan salah satu program kerja berjenjang dari kabupaten hingga ke tingkat desa. 

“Hatinya PKK yang merupakan program dari pokja 3 PKK  dikemas menjadi kegiatan untuk dilombakan. Melalui evaluasi dari 26 Desa, Desa Sirukun masuk tiga besar bersama Desa  Luwung Kecamatan Rakit, dan  Desa Gripit  Kecamatan Banjarmangu. Setelah terpilih menjadi yang terbaik dan memenuhi kualiikasi  standar penilaian provinsi, akhirnya Desa Sirukun dinobatkan untuk mewakili Provinsi Jawa Tengah ke level Nasional,” ungkap Sri Hayati.

Perlunya TOGA di Setiap Rumah

Menurutnya hal yang masih harus dibenahi di Desa Sirukun adalah pengadaan lima tanaman obat keluarga (Toga) yang harus tersedia di setiap rumah untuk memenuhi standar penilaian, selain itu administrasi yang menjadi pendukung kegiatan juga harus sesuai dengan program yang dilaksanakan.

“Kriteria penilaian lainnya adalah ada kegiatan pendukung peningkatan ekonomi keluarga seperti kolam ikan, usaha ekonomi produkti yang harus lebih diaktikan serta peningkatan pengolahan sampah yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung budaya menanam,” lanjutnya.

Kembali ke Organik

Pada Kesempatan tersebut Sri Hayati selaku Ibu Bupati juga meminta agar masyarakat bisa memanfaatkan sampah untuk dibuat pupuk organik sebagai pupuk tanaman. Menurutnya selain mudah mendapatkannya menggunakan pupuk organik juga akan menyehatkan.

“Bahan baku untuk membuat pupuk organik mudah didapat karena hanya memanfaatkan sampah, kotoran hewan atau air kencing hewan yang dicampur untuk menghasilkan pupuk organik,” tambahnya.

Selain untuk pupuk organik, sampah terutama sampah plastik juga bisa digunakan untuk membuat kerajinan. “Sampah plastik akan bertahan hingga puluhan tahun dan akan lebih bermanfaat apabila digunakan untuk kerajinan yang bermanfaat untuk kebutuhan rumah tangga,” terangnya.

Program Melati Harum Mendukung Banjarnegara sebagai Kabupaten Konservasi

Terpisah, Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo dalam kunjungan kerjanya bulan Februari lalu mengatakan, melati harum yang dicanangkan pemerintah merupakan salah satu upaya untuk mendukung Banjarnegara sebagai kabupaten konservasi.

“Program yang dicanangkan oleh Pemkab Banjarnegara sekaligus juga untuk mendukung budaya menamam. Tidak hanya kepada masyarakat, kepada siswa sekolah pun sudah saya rekomendasikan, yaitu setiap siswa diwajibkan menanam satu pohon,” kata Bupati.

Lebih lanjut Sutedjo berharap penilaian yang dilakukan hendaknya menjadi pemicu semangat untuk terus  menanam  dan bukan hanya program instan bagi desa yang nantinya akan ditunjuk mewakili Kabupaten bahkan Provinsi.

“Desa yang akan ditunjuk mewakili harus benar-benar mempunyai tradisi menanam pada setiap warganya. Karena yang saya harapkan bukan saja saat penilaian kita semangat untuk menanam, namun usai penilaian, bahkan InsyaAllah ketika pada saatnya nanti ditetapkan sebagai juara tradisi menanam harus tetap dipelihara ,”pungkasnya. 

(**yovi humas)

 

 

 

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan