Mon10252021

Last updateFri, 23 Nov 2018 7am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Derap Serayu online Laporan Khusus

laporan khusus

Terharu Kepada Ibu Huliyati yang Kisah Hidupnya Pernah Ditayangkan TV

Dalam rangka memperingati Hari Ibu Ke-85, Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) dan Hari Nusantara Tahun 2013, Panitia tingkat Kabupaten menggelar bhakti sosial, salah satunya pemberian santunan kepada warga kurang mampu di Desa Ratamba Kecamatan Pejawaran, (9/12).

Read more: Terharu Kepada Ibu Huliyati yang Kisah Hidupnya Pernah Ditayangkan TV

PERTAMBANGAN Banjarnegara Terus Buka Peluang Bagi Investor Bidang Tambang

Memasuki usia ke-182, Bupati Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo, SH. M.Hum mengatakan, Banjarnegara makin terbuka bagi investor yang ingin menamakan modalnya. “Sektor pertanian memang penting dan sangat identik dengan Banjarnegara, namun sektor lain seperti pertambangan tak bisa dikesampingkan. Potensi yang satu ini tidak boleh luput dari perhatian kita, apalagi Banjarnegara kaya akan bahan tambang. Sektor pertambangan (khususnya Galian C) yang beragam juga bisa menjadi modal Banjarnegara lebih maju lagi kedepan,” ungkapnya.Memasuki usia ke-182, Bupati Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo, SH. M.Hum mengatakan, Banjarnegara makin terbuka bagi investor yang ingin menamakan modalnya. “Sektor pertanian memang penting dan sangat identik dengan Banjarnegara, namun sektor lain seperti pertambangan tak bisa dikesampingkan. Potensi yang satu ini tidak boleh luput dari perhatian kita, apalagi Banjarnegara kaya akan bahan tambang. Sektor pertambangan (khususnya Galian C) yang beragam juga bisa menjadi modal Banjarnegara lebih maju lagi kedepan,” ungkapnya.Memasuki usia ke-182, Bupati Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo, SH. M.Hum mengatakan, Banjarnegara makin terbuka bagi investor yang ingin menamakan modalnya. “Sektor pertanian memang penting dan sangat identik dengan Banjarnegara, namun sektor lain seperti pertambangan tak bisa dikesampingkan. Potensi yang satu ini tidak boleh luput dari perhatian kita, apalagi Banjarnegara kaya akan bahan tambang. Sektor pertambangan (khususnya Galian C) yang beragam juga bisa menjadi modal Banjarnegara lebih maju lagi kedepan,” ungLebih lanjut ia mengatakan, selain sektor pertanian, pembangunan daerah juga diarahkan pada pengembangan potensi lain, seperti industri, perdagangan, pertambangan, dan pariwisata. Namun demikian, arah kebijakan tahun pertama lebih dititikberatkan untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan yang bersih, kualitas pendidikan dan kesehatan penduduk, serta masalah penanganan kesejahteraan sosial. Di samping itu, pembangunan tahap pertama difokuskan pada peningkatan ketahanan pangan dan ekonomi rakyat berbasis pertanian, UKM, pariwisata, dan infrastruktur jalan serta jembatan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi terutama di pedesaan.
    Walaupun telah ditetapkan arah pembangunan tahap pertama, namun untuk mempercepat pembangunan di Banjarnegara, Bupati melakukan berbagai terobosan, diantaranya mengaktualisasi potensi pertambangan yang ada. Bahkan dalam rangka meningkatkan iklim investasi yang sejuk di Banjarnegara, Bupati menyatakan akan memberikan kemudahan kepada investor yang datang ke Banjarnegara, khususnya untuk bidang pertambangan dan industri, tanpa mengesampaikan bidang lain.
    “Banjarnegara memiliki tambang marmer, feldspar, trass, batu lempeng, batu granit, dan masih banyak yang lain. Potensi panas bumi di DT. Dieng, Wanayasa, Pejawaran, dan Kalibening kiranya layak untuk diolah lebih guna menambah daya listrik yang sudah ada. Banyaknya terjunan air sungai juga berpotensi menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Banjarnegara kini makin pro investasi, sehingga kami berkomitmen memberikan kemudahan bagi para investor. Jadi berbondong-bondonglah untuk berinvestasi di Banjarnegara,” ajaknya.
    Sedikitnya terdapat 16 jenis bahan tambang yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Banjarnegara, mulai dari Pegunungan Selatan, Tengah, dan Gugus Pegunungan Utara. Potensi sumber daya alam (tambang) itu terdiri dari 5 kelompok, yakni tambang mineral logam, bukan logam, bebatuan, panas bumi, dan gas alam.
    Menurut Doni Sutrisno, Kepala Dinas PSDA dan ESDM Kabupaten Banjarnegara, tambang mineral logam terdiri dari bijih besi, gelana, dan tembaga. Sedangkan tambang mineral   logam diantaranya asbes, feldspar, pasir kuarsa, trass, oker, zeolit, dan lain-lain. Doni menambahkan, “Untuk potensi tambang bebatuan sendiri diantaranya gamping, batu tulis/ slate, granit, marmer, andesit, sirtu, batu lempeng, breksi, dan konglomerat,” ujarnya.
    Lebih lanjut Doni menjelaskan, mutu feldspar di Kabupaten Banjarnegara mempunyai kandungan albit, kuarsa, mikrolin, dan sanadin, sangat baik digunakan untuk pembuatan keramik dan mika. Sedangkan trass merupakan endapan sekunder dari pelapukan andesit tua. Jenis tambang ini bisa digunakan untuk mencampuri atau melengkapi bahan baku tambang lain untuk industri strategis, misalnya pembuatan semen. “Jumlah cadangan trass di Kabupaten Banjarnegara cukup besar, dengan perkiraan volume sebesar 14,09 juta m³, “ ungkapnya.
    Sementara itu, jenis tambang bebatuan lain yang mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi namun pengolahannya sangat sederhana adalah marmer. Marmer merupakan bahan galian dari batu gamping/kapur (CoCo3) yang mengalami proses ubah karena tahunan dan temperatur yang sangat tinggi. Mutu marmer di Kabupaten Banjarnegara cukup baik, jumlah cadangnnya pun cukup banyak, sekitar 18,68 m³ dan volumenya 44.720.000 ton. Di Banjarnegara juga terdapat beberapa jenis/warna batu marmer yang tidak dimiliki daerah lain, seperti marmer berwarna merah, hijau, abu-abu, dan hitam. Marmer yang umum serta persediaannya paling besar adalah marmer yang berwarna putih.
    Selain itu, bahan galian lain yang nilai ekonomisnya tidak kalah dengan marmer adalah batu lempeng. Batu lempeng ini sangat potensial untuk dikembangkan dan dapat digunakan untuk ornament dinding dan trotoar. Sayangnya selama ini pengelolaannya masih belum optimal dan pemasarannya baru ke daerah-daerah di Jawa Barat.
    Aset tambang yang lain adalah granit. Berbeda dengan marmer dan batu lempeng yang pengolahannya cukup sederhana, granit adalah bahan galian yang memerlukan teknologi dan penelitian berlanjut dalam pengolahannya agar hasil yang diperoleh mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi. Karenanya batu granit ini kelasnya lebih tinggi dan banyak digunakan untuk lantai dan dinding gedung-gedung mewah. Banjarnegara memiliki cadangan terka batu granit sebanyak 42,54 juta m³.
    Wilayah Kabupaten Banjarnegara juga memiliki potensi pengembangan panas bumi di Dataran Tinggi Dieng. Energi potensi panas bumi ini potensial untuk menghasilkan tenaga listrik tidak kurang dari 600 MW dan 100 MW di Wanayasa. Energi sebesar ini baru dikembangkan sebesar 60 MW oleh PT. Geo Dipa Energi (GDE). Jadi kesempatan untuk berinvestasi dalam bidang ini masih terbuka luas.
    Potensi gas rawa di Banjarnegara juga cukup besar. Di Desa Pegundungan, Kecamatan Pejawaran, berdasarkan penelitian dari UPN Veteran Yogyakarta tahun 2009, diketahui potensinya mencapai 14,7 juta m³. Potensi gas rawa ini juga tersebar di beberapa lokasi lain, diantaranya Dusun Pancasan dan Kubang, Desa Sidengok, Kecamatan Pejawaran dan Desa Majasari, Kecamatan Pagentan. Namun demikian, melihat potensi alam yang ada di wilayah Kabupaten Banjarnegara, masih dimungkinkan terdapat titik lain yang berpotensi gas alam (rawa) yang belum tereksploitasi atau dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pemerintah.
     Dijelaskan Doni, gambaran singkat sektor pertambangan yang sudah termanfaatkan baru feldspar, sirtu, granit, andesit, marmer, dan batu lempeng. Sementara untuk potensi tambang mineral logam belum dimanfaatkan optimal karena terganjal belum adanya pengesahan wilayah pertambangan mineral logam dari Pemerintah Pusat.
    Volume bahan tambang yang ada di wilayah Kabupaten Banjarnegara diantaranya telah dipetakan oleh CV. Prima Karya yang terdiri dari pemetaan mineral logam dan mineral non logam. Hasil pemetaan berupa emas di Desa Pagedongan Bukit Sigelap dan Pasar Setan dengan volume 74,81 kg. Sedangkan hasil pemetaan mineral non logam di Kecamatan Pagedongan, Bawang, Mandiraja, Purwonegoro, dan Sigaluh berupa andesit dengan volume  3.378.019 ton, marmer 3.341,25 ton dan feldspar 399.096 ton.
    Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang sudah dikeluarkan menyebutkan bahwa IUP Eksplorasi PT ATR (Pemetaan Feldspar) di Kecamatan Bawang, kapasitasnya terukur 5.575.128 ton. IUP eksplorasi PT BMR  (Pemetaan Feldspar) di Kecamatan Bawang volumenya terukur 1.408.505 ton, dan CV Catur Eka Karsa (Pemetaan Emas) di Desa Purwasana, Kecamatan Punggelan, sebesar 9.180 kg dan Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa 505.938 kg. Perzinan ini mengacu pada UU No.4 Tahun 2004 tentang mineral dan batu bara, PP.23/2010 tentang pengusahaan pertambangan mineral dan batu bara, serta Perda No.11/2010 tentang Pertambangan Mineral di Kabupaten Banjarnegara.
    Selanjutnya, kekayaan alam Banjarnegara lainnya yang masih terbuka untuk dikembangkan adalah terjunan air sungai yang potensial untuk dikembangkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Berdasarkan survei yang dilakukan sendiri oleh Pemkab. Banjarnegara tercatat ada 30 titik/lokasi dengan kapasitas 100 KW hingga 5 MW dan diperkirakan bisa menghasilkan listrik mencapai 50 MW.
     Dijelaskan Doni, sampai Juni 2013, Pemkab. Banjarnegara telah mengeluarkan Izin Prinsip untuk 30 Lokasi PLTMH dengan progress yang sudah memberikan kontribusi ke daerah terdiri dari 4 titik PLTMH, yaitu PLTMH Siteki, PLTMH Plumbungan, PLTMH Tapen, dan PLTMH Rakit. Berikutnya dalam proses pembangunan, diantaranya PLTMH Singgi, PLTMH Kincang, PLTMH Adipasir, dan PLTMH Sigebang yang ditargetkan akan bisa beroperasi tahun ini. Kemudian 22 lokasi sedang dalam proses penyusunan FS/DE, UKL-UPL dan kelengkapan perizinan lain, untuk power purchase agreement (PPA) atau pengujian jual beli listrik dengan PLN.
    “Itulah beberapa kekayaan alam yang dimiliki Banjarnegara. Kami berjanji akan memberikan kemudahan perizinan bagi investor yang ingin melakukan usaha di bidang pertambangan maupun energi terbarukan di Banjarnegara. Apabila potensi ini  ditangkap dan dikembangkan dengan baik, maka PAD Banjarnegara akan terus naik dan imbasnya masyarakat pun bisa lebih makmur dan sejahtera,” tegas Doni Sutrisno.

kapnya.

Read more: PERTAMBANGAN Banjarnegara Terus Buka Peluang Bagi Investor Bidang Tambang

KETAHANAN PANGAN Program P2KP Terus Digenjot demi Tercapainya Swasembada dan Ketahanan Pangan

Kebutuhan beras sebagai bahan pangan pokok terus mengalami peningkatan sejalan dengan pertambahan penduduk, di samping ada masyarakat yang semula makanan pokoknya non beras beralih ke beras. Di lain pihak, lahan sawah terus mengalami penurunan sejalan terjadinya alih fungsi lahan ke non pertanian seperti untuk perumahan dan industri. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras sebagai sumber karbohidrat perlu dicari bahan pangan lain sebagai sumber karbohidrat alternatif.

Read more: KETAHANAN PANGAN Program P2KP Terus Digenjot demi Tercapainya Swasembada dan Ketahanan Pangan

“ Budayakan Bahasa Ibu pada Anak Kita ”

Saat ini bahasa ibu atau bahasa daerah kian jauh dari kehidupan anak-anak kita. Orang tua lebih menginkan bahasa Indonesia menjadi bahasa keseharian anak-anak. Padahal tanpa di sadari bahasa ibu atau bahasa daerah adalah pondasi bagi munculnya budi pekerti anak-anak terhadap orang tua.  Unggah ungguh atau sopan santun seperti yang diajarkan orang tua jaman dulu kini mulai luntur, seiring runtuhnya budaya ketimuran oleh angkuhnya budaya barat.

Read more: “ Budayakan Bahasa Ibu pada Anak Kita ”

Paguyuban Kuda Kepang Bambu Aji Dikukuhkan

Pengurus Paguguyan Kuda Kepang Banjarnegara Memetri Budaya Aja Ilang (Bambu Aji) Banjarnegara (29/12) di kukuhkan. Pengukuhan di lakukan oleh Staf Ahli Bupati Suyatno di Saung Ibu Mansur. Pengukuhan juga dihadiri oleh Ketua Dewan Kesenian Banjarnegara Ki Otong Tjundaroso dan Pemerhati seni kuda kepang  Taufik H. Abdullah.

Read more: Paguyuban Kuda Kepang Bambu Aji Dikukuhkan

Mencari dan Menemukan Dieng

Oleh : Dhian Budi Asih, S.I.P. *)

Dalam sebuah acara resepsi pernikahan seorang sahabat, saya bertemu rekan wartawan Media Indonesia, Lilik Dharmawan. Awalnya kami berbagi cerita tentang kejadian-kejadian aktual yang terjadi di seputar kehidupan kami. Hingga pada satu titik, Lilik bercerita perihal feature terbarunya yang berjudul “Mahakarya di Kaldera Gunung Api Purba.” Artikel ini dipublikasikan di harian Media Indonesia, halaman 24 pada tanggal 9 Desember 2012 lalu.

Read more: Mencari dan Menemukan Dieng

AKBP H. Muhammad Anwar, SH, Sik Berkomitmen Kuat Berantas Miras di Banjarnegara

Masyarakat terlanjur melabeli golf sebagai olah raganya orang kaya dan mahal. Namun, AKBP H. Muhammad Anwar Reksowidjojo, SH, Sik, Kapolres Banjarnegara, punya definisi lain tentang olah raga yang satu ini.

Read more: AKBP H. Muhammad Anwar, SH, Sik Berkomitmen Kuat Berantas Miras di Banjarnegara

Wabup Hadi Supeno Anjurkan Warga Galakkan Penghijauan

Warga Dusun Gunung Raja Desa Sijeruk, Banjarmangu, (04/01) menggelar istighozah dan khaul mengenang bencana tanah longsor tujuh tahun silam, tepatnya pada awal Januari 2006. Kegiatan dipusatkan di Masjid Al Mubaroq desa setempat, dihadiri Wakil Bupati Banjarnegara, Drs. H. Hadi Supeno, M. Si, Camat Banjarmangu, Kapolsek Banjarmangu dan ribuan warga dusun Gunungraja dan sekitarnya.

Read more: Wabup Hadi Supeno Anjurkan Warga Galakkan Penghijauan

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan