Wed10202021

Last updateFri, 23 Nov 2018 7am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Derap Serayu online Laporan Khusus

laporan khusus

LPPL Suara Banjarnegara Diresmikan

Gedung LPPL Radio suara Banjarnegara FM diminta untuk meningkatkan peranannya dalam penyebarluasan informasi di Banjarnegara dan harus sesuai dengan slogannya yaitu bahana informasi budaya dan hiburan.

Read more: LPPL Suara Banjarnegara Diresmikan

Bupati : Masyarakat Harus Peduli Lingkungan Sekitar

Berkaitan dengan kejadian gempa yang beberapa waktu lalu terjadi serta masuk musim penghujan, masyarakat diminta
waspada terhadap lingkungan sekitar. Apabila muncul retakan, siapa saja orangnya yang menjumpai kejadian tersebut segera
laporkan kepada petugas. Apabila ada aliran air terhambat, bersihkan selokannya karena air mengalir tanpa kendali berpotensi
merusak jalan. Demikian disampaikan Bupati Sutedjo Slamet Utomo, SH., M. Hum., (23/11) di hadapan peserta apel pagi jajaran
karyawan Setda.
“Gempa yang terjadi kemarin ternyata merupakan gempa lokal yang berpusat di sekitar kecamatan Sigaluh. Beruntung tidak
berdampak parah. Namun kewaspadaan masyarakat patut ditingkatkan sebab sekarang ini kita tengah memasuki musim
penghujan sehingga setiap kejadian gempa potensi bahayanya cukup besar karena berbarengan dengan musim penghujan”
katanya.
Siapa saja, lanjutnya, yang bertemu dengan retakan tanah bila masih mampu ditangani oleh dirinya atau bersama warga
sekitar segera tutup retakan tersebut. Jangan biarkan retakan tanah menjadi celah untuk pembuangan luapan air hujan
sehingga potensinya makin besar menimbulkan longsoran. Apalagi jika retakan tersebut berada di lereng bukit atau lereng
perumahan penduduk.
“Dalam hal seperti ini sikap kepedulian warga menjadi hal yang sangat berharga. Jangan iren karena harus melakukan
pekerjaan tersebut, apalagi abai dan mengganggap hal itu menjadi urusan petugas yang melakukannya. Ingatlah selalu,
kepedulian atas lingkungan sekitarnya tidak saja akan menyelamatkan diri sendiri tetapi juga orang lain” katanya.
Kepedulian ini, lanjutnya, termasuk terhadap masalah penanganan luapan air di jalan. Sebab sebagus apapun jalan yang
dibangun, usianya tidak akan lama jika terus menerus terendam air.
“Bagi warga yang di musim hujan pernah melintas di jalan Purwonegoro – Danaraja tentu tahu aliran selokan yang
tersumbat membuat jalanan tergenang. Saya berharap warga sekitar mau peduli dengan melakukan gerakan membersihkan
selokan. Meski itu jalan negara toh warga tiap hari melintasinya. Itung-itung merawat jalan yang dilewati sendiri” katanya.
Ditambahkan Kepala DPU Ir. Supriyo, musuhnya jalan aspal memang air. Air selokan yang menggenang di jalan, lanjutnya,
biasanya disebabkan karena saluran drainase tidak berfungsi yang diakibatkan karena menumpuknya endapan lumpur maupun
sampah. “Kalau ingin usia jalan aspalnya lama, kuncinya adalah dengan mengalirkan air yang menggenangi jalan. Menyerahkan
semua urusan ini kepada pemerintah nampaknya tidak mungkin sebab keterbatasn SDM dan anggaran. Justru ini merupakan
kesempatan warga untuk berpartisipasi dengan cara kerja bakti” katanya. (eko br)

Kepemimpinan Nasional Menjawab Tantangan Global

Oleh : Dr. Adi Sujatno, SH., MH. Lemhannas RI
Krisis terbesar dunia saat ini apakah krisis kepemimpinan ataukah krisis keteladanan ataukah kedua-
duannya. Krisis ini jauh labih dahsyat dari krisis energi, kesehatan, pangan, transportasi dan air. Karena
dengan absennya seorang Pemimpin yang visioner, kompeten, dan memiliki integritas yang tinggi, maka
masalah air, konservasi hutan, kesehatan, pendidikan, sistem peradilan, dan transportasi akan semakin
===== Bagian pertama dari 2 tulisan =====
Akibatnya, semakin hari biaya pelayanan kesehatan semakin sulit terjangkau, manajemen transportasi ,
semakin amburadul, pendidikan semakin kehilangan nurani welas asih yang berorientasi kepada akhlak
mulia, sungai, air, dan tanah semakin tercemar dan sampah menumpuk dimana-mana. Inilah antara lain
permasalah yang di alami dunia, termasuk Indonesia, sebagai bagian terbesar dari dunia ketiga.
Tema kepemimpinan merupakan topik yang selalu menarik untuk diperbincangkan dan tak akan pernah
habis untuk dibahas. Masalah kepemimpinan akan selalu hidup dan akan digali pada setiap zaman, dari
generasi ke generasi guna mencari formulasi sistem kepemimpinan yang aktual dan tepat untuk
diterapkan pada zamannya. Hal ini mengindikasikan bahwa paradigma kepemimpinan adalah sesuatu
yang sangat dinamis, urgen, dan memiliki kompleksitas yang tinggi. Paradigma kepemimpinan ini juga
diperkuat oleh suatu pendapat yang ditulis Graen (1976) dan Cashman (1975) yang menyatakan bahwa
kepemimpinan sebagai suatu proses di mana individu belajar tentang posisinya dari waktu ke waktu dan
beradaptasi serta memperoleh pengetahuan pada pekerjaan sebagai suatu pengalaman. (Dubsky,
Yammarino, dan Jolson (1995).
Terminologi kepemimpinan lahir sebagai suatu konsekuensi logis dari perilaku dan budaya manusia yang
terlahir sebagai individu yang memiliki ketergantungan sosial (zoon politicon) yang sangat tinggi dalam
memenuhi berbagai kebutuhannya (homo sapiens). Abraham Maslow mengidentifikasi 5(lima) tingkatan
kebutuhan manusia: 1) kebutuhan biologis; 2) kebutuhan akan rasa aman; 3) kebutuhan untuk diterima
dan dihormati orang lain; 4) kebutuhan untuk mempunyai citra yang baik; dan 5) kebutuhan untuk
menunjukkan prestasi yang baik.
Dalam upaya memenuhi kebutuhannya tersebut, manusia kemudian menyusun organisasi dari yang
terkecil sampai terbesar sebagai medianya serta menjaga berbagai kepentingannya. Bermula dari hanya
sebuah kelompok, berkembang hingga menjadi suatu bangsa. Dalam konteks inilah, sebagaimana
dikatakan Plato dalam filsafat negara, lahir istilah kontrak sosial dan pemimpin atau kepemimpinan.
Oleh karenanya, dalam catatan sejarah nusantara mulai dari masa kerajaan hingga masa republik,
dikenal beberapa gaya kepemimpinan seperti: Gaya Kepemimpinan Patih Gajahmada; R. Ng.
Ronggowarsito; Ir. Soekarno; Jenderal Soedirman; serta Jenderal Soeharto, BJ. Habibi, Gusdur,
Megawati, SBY; maupun Jokowi.
Yang menarik dari para tokoh tersebut adalah karakter kepemimpinan mereka masing-masing yang
memiliki ciri khas dan menjadi sesuatu yang fenomenal di masanya. Hal ini disebabkan gaya
kepemimpinan mereka yang sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi zaman yang sedang dihadapi,
sehingga kepemimpinannya menjadi hal yang dibutuhkan oleh zaman dan masanya. Morcel Beding yang
menyatakan bahwa: “Eksistensi seorang pemimpin lebih dari sekedar atribut pribadi dan watak yang
dapat dibiaskan ke dalam spektrum sifat-sifat kepemimpinan. Ia juga merupakan suatu peranan yang
ditentukan oleh harapan-harapan kelompok, lembaga, dan organisasi”.
Konsep atau definisi mengenai kepemimpinan sangatlah banyak. Menurut Glenn, pada tahun 1992
terdapat ± 350 definisi mengenai kepemimpinan. Dari sekian banyak definisi kepemimpinan hanya ada
3(tiga) golongan yaitu: (1) kepemimpinan sebagai pusat proses dan gerakan kelompok; (2)
kepemimpinan sebagai seni mempengaruhi; (3) kepemimpinan sebagai pembedaan kekuasaan,
diferensiasi peranan, dan inisiasi
Struktur (Stogdill RM, dalam bukunya “Handbook of Leadership”, 1974). Oleh karenanya, tidak ada satu
definisi kepemimpinan pun dapat dirumuskan secara sangat lengkap untuk mengabstraksikan perilaku
sosial atau perilaku interaktif manusia di dalam organisasi yang memiliki regulasi dan struktur tertentu,

Hutan Jalatunda Terbakar

Wilayah hutan Petak 62 resort Somagede Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Karanganyar Kebumen
yang berada di wilayah desa Jalatunda, (31/10) siang terbakar.
Kebakaran ini diketahui warga kurang lebih pada pukul 11.30. Beruntung warga dusun II Desa Jalatunda dan
sekitarnya bereaksi cepat sehingga kobaran api segera bisa dikendalikan oleh warga satu jam kemudian. Demikian
disampaikan oleh Toyo Mantri Hutan Resort Somagede BKPH Karanganyar Kebumen di lokasi kejadian.
“Diperkirakan Luas hutan yang terbakar 2 ha, 250 pohon, dan 50 pohon diantaranya yang dipastikan mati akibat
terbakar api sampai hangus ataupun roboh. Sementara ini kronologi kejadian dan kerugian masih dihitung untuk
bahan laporan ke kepolisian” katanya.
Pemicu kebakaran, sambungnya, diduga berawal dari aktivitas peladangan warga desa yang dilakukan dengan
cara membakar rerumputan. Karena angin bertiup cukup besar dan kondisi musim kemarau yang sangat kering
mengakibatkan kobaran api tidak terkendali sehingga terus meluas. Beruntung warga dapat memadamkannya.
“Luas wilayah hutan di desa Jalatunda seluas 120 ha. Total wilayah BKBH Karanganyar 1.435 ha. Kalau tidak
segera terkendali segera, kebakaran sulit lagi dikendalikan. Apalagi sekarang ini tengah musim kemarau luar biasa.
Seluruh hutan bisa terbakar. Karena itu kami berterima kasih kewaspadaan dan kesigapan warga desa sekitar hutan”
katanya.
Kepala Desa Jalatunda Satam mengatakan jumlah penduduk di desanya 6114 jiwa yang terbagi menjadi dua
Kadus yaitu Kadus 1 dan Kadus 2. Kadus 2 yang bersebelahan dengan hutan merupakan kadus terpadat.
“Penduduknya kurang lebih berjumlah 3700 orang. Lebih padat namun lebih makmur. Hal ini dikarenakan
tambahan pendapatan yang diperoleh dari memanen getah pinus” katanya.
Warga kami tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang merupakan kerjasama desa
dengan Perhutani. Selain ijin untuk memanen getah, lanjutnya, mereka juga melakukan kegiatan peladangan di
bawah tegakan. Dalam analisa kami, lanjutnya, cepatnya pemadaman kebakaran hutan juga diuntungkan dari
kegiatan peladangan ini. Sebab petak-petak hutan terpisahkan oleh ladang-ladang.
“Kalau belum digarap menjadi lahan dan tanaman di bawah tegakan yang kering masih menyatu. Kebakaran
akan sulit dipadamkan. Karena adanya petak lahan ini maka api tidak bisa menjalar cepat kemana-mana meski angin
bertiup cukup kencang” katanya.
Wakil Bupati Drs. Hadi Supeno, M. Si., yang meninjau langsung kebakaran mengingatkan kepada warga meski
kebakaran kali ini bisa dipadamkan dan terhitung kecil tapi kejadian ini menjadi peringatan penting bagi semua
warga. Di musim kemarau panjang ini, sambungnya, waspada dengan kebakaran.
“Jangan suka bakar-bakaran di hutan. Apapun alasanya. Adalah keberuntungan luar biasa kebakaran di musim
kemarau seperti ini dan di saat tanaman mengering serta tidak ada air, namun api masih bisa dipadamkan dengan
cepat” katanya. (**—eko br)

Hujan Munculkan Retakan Baru di Dusun Slimpet

Hujan cukup deras yang turun di wilayah Desa Mlaya dan sekitarnya menyebabkan terjadinya retakan baru
sepanjang 30 m yang melintas di tengah pemukiman. Hal ini terjadi karena pergerakan tanah yang disebabkan curah
hujan yang mengalir deras dari area pemukiman dusun Slimpet menggerus dinding Dam yang berada di bawah
pemukiman warga RT 03 RW 06 Dusun Slimpet. Demikian jelas koordinator relawan bencana Harmoyo, (12/11) di
lokasi kejadian.
“Retakan kurang lebih sepanjang 30 meter dari arah tebing menuju sisi utara pemukiman. Namun saya belum
menghitung berapa jumlah rumah mengalami retak-retak dinding rumah maupun lantainya” katanya.
Hujan yang turun satu minggu sebelumnya, lanjut Harmoyo, menimbulkan retakan yang mengancam kurang
lebih 65 rumah yang berada di RT 01 dan RT 04. “Total jumlah rumah untuk RT 01, 03, dan 04 adalah 153 rumah
dengan 194 KK dan 646 jiwa” katanya.
Kepala Desa Mlaya Slamet menambahkan retakan tanah ini diakibatkan oleh genangan air yang mengalir
menabrak tebing yang tidak penguatnya. Sebetulnya, lanjutnya, pihaknya sudah mengajukan permohonan kepada
Pemkab untuk membangun dinding penguat sepanjang 35 m, namun yang baru dikabulkan separohnya. Jadi, masih
kurang 17 m.
“Penguatan tebing dengan bronjong ini sangat penting untuk menahan laju gerak longsoran. Karena itu untuk
menjamin keselamatan warga saya minta Pemkab segera membangunnya” katanya.
Selain panjang penguat tebing, kata Slamet, pihaknya juga merencanakan untuk menambah ketinggian penguat
tebing 3,5 m lagi agar fungsinya maksimal. “Untuk mendukung permohonan kami, warga siap menyediakan
batunya” katanya.
Hujan turun saat Wakil Bupati Drs. Hadi Supeno, M. Si., melakukan kunjungan ke lokasi bencana. Hadi dengan
berjalan kaki menyusuri lapangan menuju arah retakan. Pada kesempatan ini, Dirinya juga menanyakan mengapa
sekarang justru muncul selokan dari arah lapangan menuju Dam yang aliranya jelas membahayakan karena
menggerus tebing.
“Aliran air ini harus dicarikan solusinya. Bila dibiarkan membesar alirannya justru akan menggerus kekuatan
tebing penahan yang akan mengancam pemukiman penduduk” katanya.
Di sisi lain akibat badan tebing yang gugur separo, warga mengambil inisiatif untuk menutupnya dengan
menggali tanah di depan perumahan. Namun langkah ini langsung mendapat teguran dari Wabup yang berkunjung
lokasi. Sebab pengerukan lahan yang meninggalkan lobang sedalam 1 m, lebar 1 m, dan panjang 2 m tersebut
berubah menjadi kolam air yang justru membahayakan dinding tebing.
“Tidak boleh ada kolam air. Sebab kolam air ini justru akan meresap ke dalam tanah dan memperlemah dinding
sehingga mudah longsor. Karena itu air ini harus segera dibuang. Bila ingin membuat urugan, cari tanah di tempat
lain” katanya.
Menurut Hadi, masalah retakan baru yang muncul di Slimpet lebih diakibatkan karena penanganan  retakan lama
yang tidak maksimal. Karena itu dirinya mengharapkan BPBD dan instansi terkait untuk segera memenuhi harapan
masyarakat agar kejadian lebih buruk tidak terjadi.
“Saya kira solusinya adalah segera bangun penguat dinding secepatnya. Tidak bisa menunggu. Sebab sekarang
telah memasuki musim hujan” katanya.
Kades, Kadus, relawan, dan semua warga, sambungnya, saya minta mulai sekarang jangan tidur malam. Harus
diadakan ronda tiap harinya. Apalagi saat hujan turun.
“Kalau hujan deras turun. Semua harus waspada. Jangan tidur dan harus ada yang terjaga. Ada yang keliling
terus memantau keadaan dan jangan sampai lengah” katanya.
Pada hari yang sama, Wabup juga mengunjungi tebing longsor yang berada di kelurahan Wangon Kecamatan
kota. Kejadian ini mengakibatkan rumah Juwandi dan Slamet rusak. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 14 juta.
Untuk dalam kota, selain Kelurahan Wangon terjadi longsor di Gading, kelurahan Kutabanjarnegara. Sedangkan di
wilayah atas terjadi di desa Kasinoman, Kalibening dimana longsoran menutup jalan namun pada siang hari itu juga
dapat teratasi.
Hari Jumat pagi pada puul 04.00 ini terjadi juga longsoran di areal gunung pawinihan desa Sijeruk menuju
Predenengan. Tidak ada korban jiwa. Namun longsoran sempat menutup jalan untuk beberapa saat hingga dapat
diatasi pada pukul 09.00. jalan sudah normal kembali. (**—eko br)

Bupati Banjarnegara Mendapat Penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah

Sebagai Bupati Peduli Terhadap Penanaman satu Milliar Pohon
Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo mendapat penghargaan sebagai bupati yang peduli
terhadap  penanaman 1 milliar pohon. Penghargaan diberikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar
Pranowo pada upacara peringatan hari menanam pohon Indonesia (HPMI) dan bulan menanam
Nasional (BMN) di Desa Tribuana Kecamatan Punggelan kemarin. Penghargaan serupa juga
diberikan kepada Bupati Batang yang juga ikut mendukung program tersebut.
Piala yang diberikan gubernur tersebut sebagai bukti keseriusan Bupati Sutedjo sebagai salah satu
penggagas dan pelaku dari program Banjaregara konservasi.
“Penghargaan ini hanya sebagai simbol belaka dan bukan hanya prestise belaka namun harus dilakukan
aksi nyata untuk mendukung pemerintah dalam rangka penanaman 1 milliar pohon serta  mendukung upaya
konservasi khususnya di Kabupaten Banjarnegara, penghargaan ini sekaligus juga saya apresiasiakan kepada
masyarakat Banjarnegara yang telah ikut mendukung program konservasi,” kata Bupati Sutedjo.
Penanaman satu milliar pohon juga sudah digelorakan Bupati kepada semua masyarakat dan sekolah
melalui surat edaran yang  mengharpakan semua sekolah menanami halamannya dengan tanaman. Harapannya
selain untuk konservasi juga memberikan dampak positif terhadap suasana belajar mengajar.
“Jika suasana sekolah sejuk dan hijau tetunya juga akan mendukung kelancaran belajar mengajar, saya juga
meminta kepada sekolan setiap tahun ajaran baru setiap siswa membawa satu tanaman untuk di tanam di area
sekolah, “lanjut Sutedjo.
Dukungan Bupati terhadap konservasi lainnya adalah himbauan kepada masyarakat untuk melakukan
penanaman atau penghijuan dilahan lahan kritis serta melakukan sejumlah aksi penanaman di setiap kegiatan
“Setiap kegiatan upacara atau kegiatan lapangan lainnya saya menghimbau kepada panitia untuk
melakukan aksi tanam,” tambahnya.
Di setiap kegiatan Bupati Sutedjo juga kerap menghimbau dan memberikan contoh kepada masyarakat
untuk menanam pohon yang membawa manfaat ganda yaitu manfaat secara ekonomi dan manfaat secara
konservasi.
Sementara Kepala Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Banjarnegara Singgih Haryono mengatakan beberapa
kriteria penilaian dari Proponsi adalah jumlah pohon yang ditanam dalam rangka aksi penanaman satu milliar
pohon. “Berbagai aksi tanam yang di canangkan Bupati juga menjadi salah satu kriteria penghargaan,” kata
Berdasarkan data yang ada sejak dicanangkannya aksi tanam satu Miliar pohon, sampai akhir 2014 sudah
tercatat 3,5 juta pohon ditanam di Banjarnegara, jumlah tersebut bertambah hingga akhir tahun ini yang
ditargetkan mencapai 5 juta pohon.
“Aksi tanam pohon juga akan terus dilakukan, dalam waktu dekat bekerjasama dengan Perhutani kami juga
akan melakukan aksi tanam di beberapa tempat, yang terdekat akan dilakukan penanaman pohon untuk sumber
mata air di Desa Sawal Kecamatan Sigaluh,” jelasnya. (anhar).

Desa Bondolharjo Dapat Avanza

Penyaringan Hadiah Tamades Dan Deposito  PD. BPR.BKK.Mandiraja
Desa Bondolharjo, mendapat anugrah berupa satu buah mobil toyota Avanza, setelah dalam
penyaringan hadiah Tamades Dan Deposito  PD. BPR.BKK.Mandiraja di Aula Hotel Cetral (22/12)
nomor rekening milik Kas Desa Bondolharjo keluar sebagai pemenang.  Hadiah Lainnya berupa
sepeda motor, Kulkas dan alat elektronik lainnya didapat secara merata oleh para nasabah dari
berbagai kantor cabang PD.BPR BKK Mandiraja di seluruh Banjarnegara.
Direktur Utama PD. BPR.BKK Mandiraja Sri Hayati mengatakan Penarikan undian ini dimaksudkan
untuk memberikan motivasi kepada masyarakat agar gemar menabung sehingga bisa meningkatkan jumlah
nominal dan nasabah di PD. BPR BKK Mandiraja, selain itu juga sebagai bentuk apresiasi kepada para
nasabah,” kata Direktur Utama PD. BPR.BKK Mandiraja Sri Hayati
Sri Hayati menambahkan PD. BPR.BKK Mandiraja sebagai lembaga perbankan dari tahun ke tahun
semakin menunjukan eksistensinya dalam persaingan bisnis perbankan yang semakin ketat dan tingkat inflasi
yang cukup tinggi. “Perkembangan PD. BPR.BKK Mandiraja terlihat dalam kurun waktu terakhir yang
menunjukan trend peningkatan kinerja,” tambah Sri Hayati.
Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo pada kesempatan tersebut mengatakan sebagai bagian dari
perbankan nasional, PD.BPR.BKK Mandiraja keberadaannya sudah banyak memberikan manfaat bagi
masyarakat Banjarnegara  dan khususnya kepada para pengusaha mikro dan kecil.
“PD.BPR.BKK merupakan institusi yang mempunyai fungsi dan peran startegis dalam mendorong
pertumbuhan usaha kecil dan menengah serta sekaligus sebagai institusi yang dapat melakukan pemberdayaan
peran pengusaha lokal sebagai bentuk nyata kegiatan ekonomi berbasis kerakyatan,” kata Sutedjo.
Lebih lanjut Bupati menambahkan PD.BPR.BKK Mandiraja sebagai lembaga perbankan yang tangguh,
sehat dan dipercaya serta benar-benar menjadi Bank Primadona bagi masyarakat Banjarnegara telah terbukti
tetap eksis dalam persaingan bisnis perbankan yang semakin ketat dan tingkat Inflasi yang cukup tinggi.
Hal tersebut dapat dilihat dari perkembangan PD.BPR BKK Mandiraja selama beberapa kurun waktu
terakhir , yang menunjukan trend peningkatan kinerja.
Total Aset Dan Dana Yang Dihimpun Meningkat
Perkembangan PD.BPR BKK Mandiraja dapat dilihat dari total aset sampai dengan bulan Nopember 2015
sebesar Rp. 305.196,923.000 meningkat sebesar 24,87 persen dibandingkan asset pada posisi 31 Desember
2014.
Sedangkan jumlah dana masyarakat yang berhasil dihimpun sampai dengan 30 Nopember 2014 sebesar
Rp. 227.197.828.000 atau meningkat sebesar 21,25 persen bila dibandingkan posisi 31 Desember 2014.
Untuk penyeluran Kredit kepada Masyarakat sampai dengan 30 nopember 2015 mencapai sebesar Rp.
245.362.618.000 atau meningkat sebesar 24,71 persen dibandingkan penyaluran kredit pada posisi  31
Desember 2014.
“Kredit yang disalurkan di dominasi untuk perdagangan, pertanian, konsumsi, jasa dan industri,” kata
Sutedjo.
Jika melihat perkembangan dan pencapaian usaha tersebut menujukan bahwa tingkat kepercayaan
masyarakat akan keberadaan PD.BPR BKK Mandiraja semakin besar, terbukti daa masyarakat yang ada
jumlah dan prosentasenya semakin besar dan penyaluran kredit kepada masyarakat juga semakin besar.
 “Meningkatnya perkembangan PD.BPR.BKK Mandiraja tidak lepas dari Profesionalitas pelayanan dari
pengelola PD.BPR.BKK Mandiraja dan kepercayaan masyarakat  serta dukungan dan bantuan semua pihak,”
pungkas Sutedjo. (**anhar)

PD. BPR BKK Mandiraja Luncurkan Produk Baru

Bersamaan dengan penyaringan hadiah Tamades Dan Deposito Selasa di hotel central
baru-baru ini,  PD. BPR BKK Mandiraja meluncurkan produk baru berupa tabungan
Tamaprima, Tabungan Tamadhona, Deposito primadona dan Deposito Primadona.
Peluncuran produk dilakukan oleh model yang sengaja di desain untuk melaunching produk baru
perbankan tersebut dan  disaksikan oleh , Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo, forkompinda
Banjarnegara, Kepala   Kantor  OJK Purwokerto Farid Faletehan, Nunung Nurjanah dari Biro Perekonomian
Setda Propinsi Jawa Tengah dan undangan lainnya serta para nasabah.
Direktur Utama PD.BPR.BKK Mandiraja Sri Hayati mengatakan produk baru perbankan beruta tabungan
tamaprima merupakan pengembangan produk tabungan yang sudah ada selama ini yaitu tabungan kotak prima.
Tabungan Tamaprima sendiri merupakan jasa simpanan dalam bentuk tabungan yang tidak bisa diambil pada
bulan Juli-Agustus-September, hal tersebut untuk mengurangi jumlah penarikan pada setiap awal tahun ajaran
baru.
Sedangkan Tabungan Tamadhona merupakan jasa simpanan dalam bentuk tabungan yang tidak bisa
diambil pada bulan Ramadhan, hal itu untuk mengurangi jumlah penaikan pada setiap menjelang hari Raya
Idul Fitri.
“Untuk Depsito produk baru berupa Deposito Primadana merupakan jasa simpanan dalam bentuk deposito
yang tidak bisa diambil pada bulan Juli-Agustus-September. Hal tersebut untuk mengurangi jumlah penarikan
pada setiap awal tahun ajaran baru,” kata Sri Hayati.
Sedangkan Deposito Primadhona merupakan jasa simpanan dalam bentuk tabungan yang tidak bisa diambil
pada ramadhan, hal ini untuk mengurangi jumlah penarikan pada setiap menjelang hari Raya Idul fitri.
“Untuk mengiktui produk baru tersebut calon nasabah diberikan kemudahan dalam persyaratan dan
diberikan kemudahan fasilitas bagi calon nasabah,” lanjut Sri.
Sri Hayati menambahkan, produk baru PD.BPR.BKK Mandiraja tersebut merupakan inovasi terbaru yang
ditawarkan kepada nasabah agar lebih mendekatkan kembali kepada masyarakat. “Harapannya, produk ini
akan dapat semakin mendekatkan kepada masyarakat,” tambah Sri.
Lebih lanjut Sri mengatakan untuk meningkatkan pelayanan jasa perbankan bank perkreditan Rakyat, BPR
BKK Mandiraja  melakukan inovasi, salah satu inovasi yang dilakukan pada tahun ini adalah dengan
meluncurkan produk-paroduk perbankan yang baru.
PD. BPR.BKK Mandiraja sendiri bertujuan untuk melakukan usaha bank perkreditan rakyat dilingkungan
masyarakat perdesaan, perkotaan diwilayah Banjarnegara dan sekitarnya dalam rangka membantu
pertumbuhan perekonomian rakyat serta menunjang kelancaran penyediaan sarana produksi terutama
permodalan.
Dalam upaya mencapai tujuan tersebut kinerja PD.BPR.BKK Mandiraja terus mengalami peningkatan
jumlah aset, peningkatan jumlah simpanan (dana masyarakat), peningkatan jumlah kredit, peningkatan laba,
sertapeningkatan ROA selama empat tahun terakhir.
“Peningkatan kerja tersebut juga diimbangi dengan terkendalinya kredit macet atau non performing loan (NPL)
yang selalu dibawah 5 persen. Kinerja PD.BPR.BKK Mandiraja baik dalam hal kinerja keuangan maupun
kinerja pelayanan dari berbagai pihak, prestasi ini membuktikan bahwa PD.BPR BKK Mandiraja sangat
mampu untuk bersaing dengan bank dan lembaga keuangan lain di tingkat Kabupaten, Propinsi dan Nasional,”
pungkas Sri Hayati.(**anhar)

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan