Tue10192021

Last updateFri, 23 Nov 2018 7am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Derap Serayu online Pendidikan Bazda Bantu Siswa Kurang Mampu

Bazda Bantu Siswa Kurang Mampu

Sebagai bentuk kepedulian kepada dunia pendidikan, Badan Amil akat Banjarnegara (BAZDA) Banjarnegara 

memberikan bantuan kepada 200 siswa kurang mampu di Banjarnegara. “Baz bekerja sama dengan pihak kecamatan

dalam melakukan pendataan, sehingga didapatkan siswa yang benar benar kurang mampu dan layak mendapatkan

bantuan dari Baz,” kata Sekteraris Bas Banjarnegara Nuning Sukesi.

Nuning menambahkan, setiap siswa menerima bantuan sebesar Rp. 300 ribu, sehingga total dana yang di salurkan

sebanyak Rp. 60 juta. “Dana tersebut diharapkan bisa meringankan biaya pendidikan bagi siswa penerima bantuan,” lanjut

Nuning.

Bupati Banjarnegara yang juga menjadi Ketua Badan Amil zakat Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo meminta kepada

penerima agar bisa memanfaatkan dana tersebut untuk kepentingan pendidikan. Jangan sampai dana tersebut di gunakan

untuk kepentingan yang lain yang bersifat konsumtif. “Memang belum seberapa dana yang diterima namun, saya berharap

bisa meringankan beban siswa dalam menempuh pendidikan,” kata Sutedjo

Karang Taruna PRESMA Kalilunjar Dinilai

Tim Nasional

Bupati juga meminta kepada siswa penerima manfaat agar percaya diri dalam menempuh pendidikan, jangan sampai

kekurangan menjadi penghalang untuk berkarya. “Banyak siswa yang mempunyai keterbatasan dalam ekonomi, namun

tetap semangat dan ternyata mampu bisa berprestasi untuk dirinya dan sekolah,” lanjut Sutedjo.

Selain memberikan bantuan bagi siswa kurang mampu, Baz juga rutin setiap enam bulan sekali menyalurkan dananya

untuk masyarakat kurang mampu dan pedagang kecil produkif.

“Bagi masyarakat kurang mampu bantuan diharapkan bisa meringankan beban ekonomi, sedangkan bagi pedagang

kecil produktif diharapkan mampu mengembangan usahanya dan membawa manfaat bagi masyarakat di sekitarnya,”

pungkasnya.(anhar).

Setelah lolos di tingkat Provinsi, Karang Taruna PRESMA, Desa Kalilunjar, Banjarmangu (12/10) dinilai tim nasional. Ketua

Karangtaruna, Tuslam, mengatakan, pihaknya tidak mengira jika akan masuk dalam 15 besar terbaik tingkat nasional.

“Karang Taruna PRESMA lahir sejak tahun 1995. Kami lahir dari masyarakat dan berorientasi mengabdi bagi kepentingan

masyarakat. Jika pada akhirnya kami berprestasi, itu sebagai bonus yang mudah-mudahan akan lebih memecut semangat kami

untuk mengemban tugas-tugas yang berkaitan dengan kepentingan sosial,”ujarnya.

Dalam laporannya Tuslam mengatakan, beberapa kegiatan yang aktif dilakukan oleh Karang Taruna PRESMA diantaranya,

Bidang Usaha Ekonomi Produktif melalui kegiatan Simpan Pinjam, pembuatan keranjang dengan bahan baku daur ulang plastik,

dan usaha pertanian dengan membudidayakan 15 ekor kambing. “Dari budi daya kambing ini kami juga berhasil membuat

percobaan pembuatan biogas dari kotoran kambing yang bisa digunakan sebagai bahan bakar gratis bagi para masyarakat yang

membutuhkan,”jelasnya.

Sementara itu, di Bidang Kerohanian dan Pembinaan Mental, Karang Taruna secara rutin mengadakan pengajian setiap Ahad

Manis dan setiap Ahad Wage di Balai Desa. Sedangkan dari Bidang Olahraga dan Seni Budaya, anggota Karang Taruna juga aktif

melaksanakan latihan sepak bola, tenis meja, bola volley, dan bulu tangkis. “Untuk kebudayaan, kami juga memiliki anggota yang

aktif dalam komunitas tek-tek, terbang dan karawitan. Pesertanya dari anak-anak hingga orang tua. Bahkan untuk kesenian tek-tek

telah beberapa kali memperoleh juara dalam beberapa kontes di tingkat Kabupaten dan Provinsi,”imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Kalilunjar, Sarkum Slamet Raharjo mengungkapkan kebanggaannya terhadap

Karang Taruna PRESMA. “Sesuai Mottonya, Pinter, Bener, lan Nduweni Karakter, saya berharap hal ini bisa menjadi pedoman

seluruh anggota dalam berkarya. Saya salut karena Karang Taruna PRESMA selama ini berjalan dengan prinsip kemandirian,

seluruh sumber daya yang ada dimaksimalkan dalam setiap kegiatan, sehingga hasil nya pun selalu maksimal,” tegasnya.

Senada dengannya, Wakil Bupati, Hadi Supeno yang juga hadir dalam kesempatan tersebut menghimbau agar sumber daya

yang ada, baik dari segi modal maupun manusianya harus terus diberdayakan sebaik mungkin. “Kehudupan sosial yang rukun

terus dijaga, kesenian tradisioan dilestarikan, dan olahraga juga jangan dilupakan. Jika masyarakat nya sehat, maka kegiatan

apapun yang dirancang bisa berjalan lancar,” ucapnya.

Terakhir, Ketua Tim Penilai dari Kemensos RI, Budi Mulyadi berpesan, Banjarnegara patut bangga karena sudah bisa

menggeserkan lebih dari 80.000 Karang Taruna yang ada di Indonesia. “Jadi apapun hasilnya jangan berkecil hati. Karang Taruna

adalah mitra pemerintah, jadi harus selalu ada sinergi, tidak hanya antar anggota, tapi juga dengan pemerintah desa, kecamatan,

maupun kabupaten,” ujarnya

Apalagi sebentar lagi Desa Kalilunjar akan menjadi Tuan Rumah Jambore Karang Taruna. Budi berharap kebersamaan antar

Karang Taruna yang ada di Banjarnegara bisa terus dijaga. Anggota Karang Taruna harus bisa saling mengadopsi hal-hal yang

baik agar bisa meningkatkan kualitas kegiatan demi membantu tugas-tugas sosial.(**anhar)

Dua Siswa SD Banjarnegara

Wakili Indonesia ke ajang WCF di Korea Selatan

Dua siswa SD dari Banjarnegara akan mewakili Indonesia dalam ajang World

Creativity Festival di Korea Selatan pada bulan Oktober mendatang. Mereka adalah

Fikri Rifai (12 th) kelas VI dan Muhammad Iqbal Alfiansah (10 th) kelas IV SD Negeri

Randegan, Kecamatan Sigaluh. Berdua mereka akan tampil membawakan

Pantomim di ajang festival tingkat Dunia tersebut.

Demikian disampaikan oleh Suwaryo, Guru Pembimbing mereka, Rabu (07/10) usai audiensi dengan Wakil

Bupati Drs. Hadi Supeno, M. Si., di rumah dinas.

“Fikri dan Iqbal adalah juara pertama Pantomim di kejuaraan nasional Festival dan Lomba Seni Siswa

Nasional (FLS2N) Tahun 2015 di Palembang, Sumatera Selatan, pada tanggal 23-29 Agustus 2015 lalu. Karena

keberhasilannya ini, mereka terpilih mewakili Indonesia dalam ajang WCF di Korea Selatan pada bulan Oktober

ini” katanya.

Rencananya, sambungnya, tanggal 8 Oktober besok didampingi guru pembimbing mereka akan berangkat ke

Jakarta untuk mengikuti Training di bawah bimbingan seniman Pantomim terkenal Septian Dwi Cahyo.

Penampilan Indonesia merupakan kolaborasi dengan pemenang lomba lain seperti lomba tari, lomba menyanyi,

lomba eksperimen, dan kegiatan seni lainnya.

“Tanggal 15 Oktober mendatang Fikri dan Iqbal berangkat ke Korea tanpa disertai guru pembimbing. Tugas

kami mendampingi sampai di Jakarta. Mohon doa restu dari masyarakat Banjarnegara agar di event

internasional mereka memperoleh hasil optimal membawa nama harum Banjarnegara” katanya.

Saat dikonfirmasi, Fikri dan Iqbal mengaku senang karena dapat mewakili Indonesia di ajang Festival

Internasional. Pada ajang Festival ini mereka berdua akan membawa Pantomim secara bersama-sama dengan

judul “Tetap Setia dan Sayang”. Cerita ini, kata Fikri, mengisahkan tentang dua Saudara yang memiliki dua

karakter berbeda. Iqbal yang berperan sebagai adik digambarkan tipe anak yang nakal. Sedang kakaknya, Fikri

digambarkan lebih tenang.

“Meskipun memiliki dua karakter berbeda dan kadang kenakalannya adiknya sangat keterlaluna namun

dalam cerita ini kami berdua tetap sayang sebagaimana layaknya saudara. Tetap sayang dan saling tolong

menolong dalam kesusahan” katanya.

Saat dipentaskan di hadapan Wabup, Kepala Dindikpora, dan di hadapan anak-anak PAUD Firdaus di

lapangan tenis rumah dinas Wabup, Fikri dan Iqbal berhasil menampilkan pertunjukan dengan baik sehingga

mengundang tawa penonton.

Wabup Drs. Hadi Supeno, M. Si., menegaskan keberhasilan yang diraih oleh Fikri dan Iqbal ini

membuktikan teori pendidikan bahwa tidak ada anak yang bodoh. Semua anak itu istimewa dan mempunyai

bakatnya masing-masing. Kalau pun belum berhasil itu kesalahan orang tua dan guru dalam menemukan bakat

anak.

“Keberhasilan Fikri dan Iqbal yang merupakan siswa SD Radega yang notabene lokasinya di desa bukan SD

kota juga cukup mengejutkan saya, apalagi bidang seninya adalah pantomim bukan tari atau olah raga.

Pantomim merupakan seni yang jarang peminatnya, apalagi di kota seperti Banjarnegara ini. Namun faktanya,

Fikri dan Iqbal serta SD Negeri Randegan mampu membawa nama harum Banjarnegara melalui Pantomim”

katanya.

Hal ini pelajaran juga bagi guru-guru dan sekolah-sekolah lain. Meskipun sarana terbatas namun kalau

gurunya mau bekerja keras dan mencari celah untuk memajukan anak didiknya ternyata ada  jalan.

(**—eko br)

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan