Wed10202021

Last updateFri, 23 Nov 2018 7am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Derap Serayu online Pendidikan

Pendidikan

Kejujuran Bagian Penting dari Keberhasilan UN

Komitmen untuk melaksanakan Ujian Nasional (UN) secara jujur dari penyelenggara dan siswa dalam jangka pendek ini menjadi hal yang lebih penting dari adanya pakta integritas. Hal ini perlu dikuatkan terutama sekali untuk menepis berbagai isu di luaran tentang beredarnya kunci jawaban yang diperjualbelikan, dan berbagai isu lainnya seputar UN. Demikian Sekretaris Daerah Drs. Fahrudin Slamet Susiadi, MM., Jumat (20/03) dalam Sosialisasi UN yang diselenggarakan Dindikpora di Aula Sasana Abdi Karya lantai 3 Setda “Yang namanya pakta integritas itu kan sebuah komitmen, sebuah janji untuk target tertentu. Kalau Pakta Integritas tentang perbaikan hasil-hasil UN saya kira butuh waktu yang lebih panjang. Jadi Pakta Integritas sekarang ini idealnya diperuntukan bagi mereka yang duduk di kelas 1 SMP/MTs atau kelas 1 SMA/MA/SMK. Namun untuk jangka pendek ini adalah pakta integritas tentang komitmen kejujuran melaksanakan UN” katanya.

Komitmen kejujuran ini, lanjutnya, sejalan dengan program Presiden Jokowi tentang Revolusi Mental. Sebab kita meyakini bahwa mental kejujuran ini merupakan masalah yang sangat mendasar bagi berjalannya bangsa ini ke depan dalam berbagai aspek.

“Kejujuran merupakan dasar lahirnya kepercayaan. Tanpa saling kepercayaan, maka akan rusak pula semua hal. Tidak hanya pendidikan, tapi semua sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Kejujuran ini merupakan pendidikan paling dasar untuk mencegah merajalelanya korupsi di negara ini” katanya. Pemkab, lanjutnya, mengucapkan terima kasih pada Dindikpora bahwa pada tahun lalu upaya-upaya untuk meningkatkan prestasi dunia pendidikan membawa hasil yang bagus. Prestasi siswa-sisiwi dan tenaga pendidikan di Banjarnegara tercatat mampu menorehkan prestasi tidak saja di tingkat propinsi dan nasional, namun juga di tingkat internasional. Hal ini adalah sesuatu yang membanggakan yang sudah semestinya diberikan penghargaan yang layak.“Seharusnya Dindikpora mengupayakan para peraih prestasi ini, baik siswa, guru pembimbingnya, maupun sekolah untuk diberikan reward. Sebab hal ini penting untuk memacu mereka berkompetisi dan juga penghargaan bagi mereka yang telah berupaya keras untuk meraihnya” katanya. Kepala Dindikpora Drs. Noor Tamami, M. Pd., menambahkan tujuan dari sosialisasi UN ini adalah untuk menginformasikan tentang UN 2014/2015 dan untuk menyamakan persepsi tentang UN 2014/2015 bagi sekolah menengah pertama dan menengah atas. Hadir pada kegiatan ini, lanjutnya, 223 peserta yang terdiri dari kepala sekolah SMP/Mts, SMA/MA/SMK, dan para Pengawas Sekolah setingkat. Baik dari lingkungan dindikpora, maupun sekolah-sekolah dari lingkungan Kemenag. “Total peserta UN tahun ini untuk tingkat SMP/MTs sejumlah 13.644 siswa, SMA/MA sejumlah 2.978 siswa, dan SMK sejumlah 4.675 siswa. Untuk pelaksanaannya pada tanggal 13 April mendatang” katanya. Bila mengacu penyelenggaraan UN pada tahun lalu, lanjutnya, sosialisasi UN harusnya dilaksanakan pada waktu yang cukup jauh pada kisaran bulan Desember 2014. Namun karena perbagai perubahan kebijakan yang terjadi di pusat, lanjutnya, juknis tentang UN baru turun dua hari lalu. “Memang mepet. Namun daerah hanya melaksanakan ketentuan dari pusat. Meskipun kondisinya demikian, namun kita bertekad mendongkrak prestasi UN lebih baik dari tahun lalu” katanya. Berkait dengan tekad kita untuk mendongkrak hasil-hasil UN, imbuhnya, pada kegiatan ini dilakukan juga penandatanganan Pakta Integritas oleh perwakilan Kepala Sekolah SMA, MA, SMK, SMP, dan MTs. “Penandantanganan Pakta Integritas dilakukan di hadapan Kepala Sekolah yang hadir, diperkuat oleh Kepala Dindikpora, dan disaksikan oleh Sekda. Bagi saya ini merupakan janji atau komitmen Kepala Sekolah dan jajarannya yang akan saya tagih nanti dengan hasil-hasil UN” katanya. Sekretaris UN, Drs. Bambang Budi Setiyono, M. Pd., menambahkan bahwa pada tahun ini untuk hasil UN Dindikpora tidak memasang target terlalu tinggi. Targetnya utamanya adalah terselenggaranya UN dengan baik, lancar, dan jujur. Untuk target prestasi siswa, lanjutnya, Dindikpora menargetkan perbaikan peringkat untuk sejumlah mata pelajaran. “Tahun 2014 lalu peringkat paling rendah adalah untuk tingkat MTs yang berada di peringkat 29 dengan rata-rata nilai 5,67. Tahun ini ditarget naik ke peringkat 20 dengan rata-rata nilai 6,5. SMP dari peringkat 28 dengan rata-rata nilai 5,86 ditarget naik ke peringkat 20 dengan rata-rata nilai 6,5” katanya. Perolehan untuk tingkat SMA/MA/SMK, lanjutnya, rata-rata cukup baik dibandingkan tingkat SMP/MTs. SMA/MA IPA dari peringkat 11 dengan rata-rata nilai 6,84 ditarget naik ke peringkat 5 dengan rata-rata nilai 7,20. SMA/MA Bahasa dari peringkat 8 dengan rata-rata nilai 6,88 ditarget naik ke peringkat 5 dengan rata-rata nilai 7,50. Dan SMK dari peringkat 7 dengan rata-rata nilai 7,46 ditarget naik ke peringkat 5 dengan rata-rata nilai 8.00" katanya. (eko br)

Banjarnegara Menjadi Salah Satu Sentra Perikanan Budidaya Nasional

Banjarnegara Menjadi Salah Satu

Sentra Perikanan Budidaya Nasional

 

Banjarnegara saat ini telah menjadi salah satu sentra perikanan budidaya melalui keberhasilan pengembangan kawasan minapolitan dan perikanan budi daya. Komoditas budidaya air tawar yang menjadi unggulan di Banjarnegara seperti Gurame, Nila, Lele, Mas dan Patin telah berkontribusi meningkatkan kesejahteraan pembudidaya dan menyerap tenaga kerja. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebijakto saat melakukan Kunjungan Kerja di SMK 1 Bawang Banjarnegara belum lama ini.Menurutnya pengembangan sentra perikanan budidaya melalui  pengembangan kawasan minapolitan berbasis perikanan budidaya telah berhasil meningkatkan perekonomian daerah dengan mengandalkan usaha budidaya perikanan.“Salah satu kawasan minapolitan yang menonjol dan berhasil meraih penghargaan Juara I Adibakti Mina Bahari 2015 Kategori Pengembangan Kawasan Minapolitan Perikanan Budidaya adalah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Bahkan Benih Gurame dari Banjarnegara sudah digunakan di daerah lain untuk dibudidayakan seperti Lampung, Jawa Barat dan juga Jawa Timur,”kata Slamet.

Lebih jauh Slamet mengatakan bahwa produksi perikanan budidaya Banjarnegara selama kurun waktu lima tahun terakhir cukup menggembirakan. “Berdasarkan data sementara terjadi peningkatan produksi yang cukup signifikan yang mencapai hampir tiga kali lipat, yaitu dari 5.393,25 ton pada tahun 2010 menjadi 14.846,56 ton pada 2014,” lanjutnya.Peningkatan produksi lanjut Slamet juga merupakan bukti bahwa dukungan pemerintah daerah sangat diperlukan dalam mengembangkan perikanan budidaya di wilayahnya. Melalui pengembangan kawasan Minapolitan di Banjarnegara, perikanan budidaya dapat diandalkan untuk mengembangkan perekonomian daerah. Di tempat yang sama, Bupati Banjarnegara, Sutedjo Utomo, mengatakan, Kawasan Minapolitan Perikanan Budidaya yang ada di Kabupaten Banjarnegara akan terus di kembangkan. “Kita telah buat sentra-sentra perikanan berdasarkan komoditasnya,” kata SutedjoSutedjo menambahkan saat ini ada sentra Budidaya Gurame berada di wilayah Rajapurbawa yaitu Rakit, Mandiraja, Purwanegara, Bawang dan Wanadadi.untuk mendukung permodalan, POKDAKAN juga diikutkan dalam program Sertifikasi Hak Atas SedangkanTanah Budidaya Ikan (SeHATKAN) dan dari 300 bidang tanah yang telah di sertifikat, 50 persenya telah dapat digunakan untuk mendapatkan akses modal melalui KUR dan KKE P senilai hampir Rp. 2,25 milyar. Semua program pemerintah pusat yang tujuannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan kita dukung 100 persen,” jelas Sutedjo

GOW Santuni Warga Kurang Mampu dan Yatim Piatu

INFOLOGI
GOW Santuni Warga Kurang Mampu dan Yatim Piatu

(BANJARNEGARA) – Dalam rangka memperingati Hari Ibu Ke-86 Tahun 2014, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Banjarnegara mengadakan kegiatan bakti sosial berupa santunan kepada warga yang kurang mampu di lingkungan Kota Banjarnegara. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Aula Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banjarnegara, Senin (15/12).
Secara simbolis santunan diberikan oleh Pembina GOW Kabupaten Banjarnegara, Ny. Sri Haryati Sutedjo Slamet Utomo kepada Bapak Lawuk, Warga Desa Pucang Kecamatan Bawang dan Ibu Sukardi, Warga Kelurahan Sokanandi Kecamatan Banjarnegara.
Ketua GOW Kabupaten Banjarnegara, Ny. Hj. Sundari Fahrudin Slamet Susiadi mengatakan, jumlah warga yang mendapat santunan dari Panitia Hari Ibu kali ini sebanyak 20 orang, mereka adalah warga masyarakat kurang mampu yang berada di sekitar Kota Banjarnegara. Adapun santunan yang diberikan berupa uang.
“Selain menyantuni warga yang kurang mampu, setelah ini kami juga akan silaturahmi ke Panti Asuhan Al-Munawwaroh Banjarnegara” katanya
Ny. Hj. Sundari Fahrudin menjelaskan, selain menyantuni warga yang kurang mampu, Panitia Hari Ibu juga menyantuni anak Yatim Piatu yang berada di Panti Asuhan Al-Munawwaroh Banjarnegara. Adapun jumlah santunan kali ini sebanyak 25 paket sembako berupa beras, minyak dan gula. “Kegiatan ini juga sekaligus dalam rangka memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) dan Hari Nusantara Tahun 2014” katanya.
Ny. Hj. Sundari Fahrudin berharap dengan bantuan yang telah diberikan, mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, Pembina GOW Kabupaten Banjarnegara, Ny. Sri Haryati Sutedjo Slamet Utomo mengatakan mengingat keterbatasan dana yang ada, maka bantuan ini masih kurang memadai sesuai dengan harapan kita bersama. Untuk itu jangan dilihat dari dari besar kecilnya bantuan yang diberikan. “Harapan kami jangan dilihat besar kecilnya bantuan, jangan dilihat isinya, namun yang lebih penting adalah wujud perhatian dan tali asih dari kami kepada bapak/ibu dan adik-adik sekalian” katanya.
Ny. Sri Haryati Sutedjo mengingatkan kepada para penerima santunan agar senantiasa bersyukur atas apa yang telah dimiliki, atas apa yang telah diberikan Allah kepada kita semua. ***** (Sudin).

Realisasi Bulan Dana PMI Meningkat

 

 

 

Bulan Dana PMI tahun 2014 ini teralisasi 146,78 persen atau Rp. 587.140.600 dari target  yang dibebankan yaitu Rp. 400.000,000-. Target tersebut terealisasi dari berbagai sektor  seperti Sektor penduduk yang mampu merealisasikan 156,62 persen atau Rp. 101.800.000 dari taget Rp. 65.000.000.

Read more: Realisasi Bulan Dana PMI Meningkat

Musik Keroncong Cocok untuk Pendidikan Karakter

 

 

 

Musik keroncong cocok untuk pendidikan karakter. Sebab lirik lagu keroncong pada umumnya berisikan pesan perjuangan, kecintaan pada negeri dan semangat cinta tanah air. Selain itu, beat irama music keroncong juga lembut, tidak hingar binger, dan tidak merangsang kekerasan. Demikian disampaikan Wakil Bupati Drs. Hadi Supeno, M. Si., Jumat malam (14/11) pada acara Lesehan Keroncong di Pendopo Dipayudha Adigraha.
“Musik keroncong pas untuk sarana pendidikan karakter. Maka tepat kiranya jika music keroncong menjadi salah satu jenis music yang diajarkan dalam kurikulum pendidikan anak sekolah” katanya.
Dan sebagai warisan budaya, lanjutnya, music keroncong perlu mendapat pembelaan agar music ini tetap eksis. Sebab jika tidak ada pembelaan, lanjutnya, music keroncong akan kalah bersaing dengan jenis musik lain seperti pop dan dangdut. Sekarang saja, lanjutnya, mayoritas seniman keroncong tinggal yang tua-tua. Sebagian kecil diantaranya, lanjutnya, tampil anak-anak muda sebagai generasi penerus jenis music ini. Tanpa upaya pembelaan, lanjutnya, lama-lama music keroncong bisa hilang.
“Pembelaan bisa dilakukan dengan cara memberi reward kepada seniman music keroncong agar mereka tetap memainkan music keroncong sebagaimana adanya, sebagai warisan budaya. Diantaranya dengan memperbanyak ajang penampilan seperti penyelenggaraan festival keroncong, sebagai music pengisi acara kegiatan pemerintahan, dan ajang penampilan lainnya” katanya.
Kegiatan Sarasehan yang diselenggarakan dengan model takshow ini menampilkan dua pembicara yaitu Ketua Himpunan Musik Keroncong Indonesia (Hamkri) Suharjo, dan Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Otong Tjundaroso. Tampil sebagai pengisi acara music adalah Orkes Keroncong Sinten Sing Teyeng Marai (SSTM).
Menurut Suharjo, mengapa keroncong dimasukan kategori warisan budaya karena usia music keroncong yang sudah sangat tua dirunut sejak kehadirannya pertama kali pada abad 16 bersama migrasi penduduk Goa ke Jakarta. Musik yang disebut-sebut membawa pengaruh kuat Portugis tersebut, lanjutnya, mengalami adaptasi musikologi di Indonesia sehingga terlahir music keroncong yang asli Indonesia.
“Salah satu adaptasi musikologi yang kentara adalah alat musik cello dimana di Negara asalnya digesek, namun di khasanah music keroncong dalam memainkan alat ini bukannya digesek tapi dbetof” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Aziz Ahmad, menambahkan bahwa tujuan dislenggarakannya acara Lesehan Keroncong ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran bahwa keroncong merupakan salah satu karya bangsa Indonesia yang patut diuri-uri. Selain itu. Imbuhnya, kegiatan ini juga dalam rangka mempopulerkan keroncong pada khalayak luas agar keroncong dapat dinikmati oleh anak-anak muda.

Read more: Musik Keroncong Cocok untuk Pendidikan Karakter

Heni Purwono Juara 1 Lomba Guru di KPK


 “Pemkab selalu berupaya agar Banjarnegara menjadi wilayah kedaulatan pangan , dengan harapan sandang pangan dan papan tercukupi,” lanjut Sutedjo.
Kepala Kantor Ketahanan Pangan Banjarnegara  Suhendi berharap dari Rakor Dewan Ketahanan Pangan akan mendapatkan masukan dan saran dalam menentukan arah kebijakan dan strategi pencapaian sasaran pembangunan pangan dan gizi di Banjarnegara serta menyamakan persepsi dan gambaran rencana pembangunan pangan dan gizi di Banjarnegara.

Read more: Heni Purwono Juara 1 Lomba Guru di KPK

KPAD Gelar Pameran Arsip dan Bursa Buku

 

 

 

Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KPAD) Kabupaten Banjarnegara, (29/10), menggelar kegiatan Pameran Arsip dan Bursa Buku Tahun 2014. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan minat dan budaya baca ini mendapat apresiasi yang cukup baik dari masyarakat, khususnya para siswa sekolah.

“Selain untuk meningkatkan minat dan budaya baca, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pelestarian dan apresiasi masyarakat terhadap arsip. Mengingat arsip seringkali masih dianggap remeh oleh beberapa kalangan. Adapun sasarannya adalah para pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum,” jelas Wahyudi, S.Pd selaku Ketua Panitia saat memberikan laporan.
Selain pameran arsip dan bursa buku, acara ini juga dimeriahkan dengan beberapa kegiatan lain, diantaranya Lomba Bercerita Bahasa Inggris untuk siswa SMP (tanggal 30 Oktober), Lomba Mendongeng untuk guru PAUD/TK (tanggal 1 November), Lomba Mewarnai untuk siswa PAUD/TK (tanggal 2 November), Lomba Menggambar Tingkat SD/MI (tanggal 2 November), dan Lomba Jinggle Perpustakaan untuk siswa SMA/Sederajat (tanggal 3 November).
“Lomba-lomba ini tidak dipungut biaya alias gratis dan panitia telah menyediakan hadiah berupa piala, piagam, dan uang pembinaan untuk para pemenang nanti,” tambah Wahyudi.
Sebelum acara dibuka, tampil seorang siswa SD N 4 Krandegan yang turut memberikan hiburan dengan membawakan sebuah cerita “Asal Usul Waktu Belah”. Siswa yang bernama Ginastiar Gading Ramadhan ini adalah salah satu jebolan dari Peserta Lomba Cerita yang pernah diadakan KPAD dan berhasil maju ke tingkat Provinsi menjadi Juara Ke-3 dalam lomba yang sama.

Read more: KPAD Gelar Pameran Arsip dan Bursa Buku

Ajak Siswa Jadi “Indiana Jones”

 “disusupi” materi antikorupsi. Hal itu dilakukan oleh Heni Purwono, guru sejarah SMA Negeri 1 Sigaluh. Lewat model pembelajaran inovatifnya Pendidikan antikorupsi biasanya terkesan menjadi monopoli pelajaran agama atau PPKn. Namun ternyata pelajaran sejarah pun dapat yang berjudul “Pak de Indiana Jones” (Pembelajaran Antikorupsi dengan Inkuiri Dinamis Agar Anak Ojo Nganti Lemes), Heni mampu mengemas pembelajaran sejarah sarat dengan muatan antikorupsi. Model pembelajaran tersebut, diumumkan menjadi Juara 1 Lomba Inovasi Pembelajaran Antikorupsi yang digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), baru-baru ini.

Read more: Ajak Siswa Jadi “Indiana Jones”

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan