Mon03082021

Last updateFri, 23 Nov 2018 7am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Derap Serayu online Tajuk

Tajuk

Perempuan adalah Agen Perubahan

RUANG WANITA
Perempuan adalah Agen Perubahan

Perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan (agent of change). Pernyataan ini disampaikan oleh Drs. Hadi Supeno, M.Si, Wakil Bupati Banjarnegara pada Resepsi Peringatan Hari Ibu Ke-86, Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Ke-66 dan Hari Nusantara Ke-4 Tahun 2014 Tingkat Kabupaten Banjarnegara di Ruang Aula Sasana Abdi Praja Setda Kabupaten Banjarnegara, Senin (22/12).
Menurut Drs. Hadi Supeno, M.Si, dengan adanya peringatan hari ibu terbukti adanya perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor kehidupan. Hal ini membuktikan bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan kualitas hidupnya secara mandiri.
“Hari Ibu Indonesia lahir dari pergerakan bangsa Indonesia. Dalam pergerakan kebangsaan kemerdekaan, peran perempuan Indonesia sungguh mengesankan” katanya.
Wabup Hadi Supeno berharap Peringatan Hari Ibu Ke-86 Tahun 2014 ini dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki pada setiap aspek kehidupan baik di dalam keluarga, masyarakat, maupun bangsa dan negara untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
“Marilah Kita optimalkan perjuangan kaum Ibu, agar Ibu Indonesia sesunggunya Ibu yang memberi, ibu yang melindungi, ibu yang selalu memaknai kehidupan ini, Pada hari yang berbahagia ini tidak ada kata-kata lain kecuali rasa hormat kepada kaum Ibu Indonesia, Semoga Ibu-ibu Indonesia terus melahirkan putra-putra terbaiknya” katanya.
Berkaitan dengan peringatan Hari Nusantara Ke-4 Tahun 2014, Wabup mengingatkan bahwa Dua per tiga dari wilayah kita itu adalah laut, Menurutnya Peringatan Hari Nusantara bertujuan untuk mengingatkan kembali serta mengubah mindset bangsa Indonesia mengenai ruang hidup dan ruang juang dari matra darat menjadi matra laut, artinya matra darat dan matra laut harus berimbang. “Dari Banjarnegara, walaupun kita jauh dari laut, karena kita Bangsa Maritim, mari kita kenali laut kita, jangan ada anak-anak Indoesia yang tidak kenal laut, berenang tidak bisa, melihat lautpun tidak bisa, kalaupun tidak bisa melihat laut, setidaknya melihat sungai, karena sungai itu bermuara di laut, maka kalau  yang di pantai ajakannya merawat pantai karena kita di dekat sungai, mari kita rawat sungai kita” katanya.
Kemudian kaitannya dengan peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Ke-66 tahun 2014, Drs. Hadi Supeno, M.Si mengajak untuk membangkitkan rasa kesetiakawanan sosial. Menurutnya saat ini masih banyak Warga Banjarnegara yang membutuhkan bantuan dari kita semua, terlebih dengan kejadian Bencana Tanah Longsor Dusun Sijemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar.  “Mari kita jadikan peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Ke-66 tahun 2014 sebagai motivasi untuk memberi kepada yang kurang” katanya.
Sementara itu Ketua Gabungan Organisai Wanita (GOW) Kabupaten Banjarnegara, Ny. Hj. Sundari Fahrudin Slamet Susiadi mengatakan tujuan peringatan Hari Ibu Ke-86, Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Ke-66 dan Hari Nusantara Ke-4 Tahun 2014 Tingkat Kabupaten Banjarnegara yakni menjadi langkah awal penyelenggaraan gerakan bulan bakti kesetiakawanan sosial secara terkoordinasi, sinergis, terencana, terarah dan berkelanjutan. Selain itu untuk mewujudkan Dharma Kehidupan dan penghidupan masyarakat yang dilandasi oleh kesetiakawanan sosial.
“Maksud dan tujuan kegiatan ini yakni untuk menciptakan kondisi sosial yang menjamin kesetiakawan sosial, mampu menjadi pilar dasar mewujudkan Indonesia sejahtera. Kemudian mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan kaum perempuan kepada seluruh masyarakat, terutama generasi muda” katanya.
Ny. Hj. Sundari Fahrudin menambahkan, dalam rangka memperingati Hari Ibu Ke-86, Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Ke-66 dan Hari Nusantara Ke-4 Tahun 2014 Tingkat Kabupaten Banjarnegara, GOW Kabupaten Banjarnegara telah menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan, diantaranya menyantuni 25 warga kurang mampu di lingkungan Kota Banjarnegara dalam bentuk uang, kemudian menyantuni anak yatim piatu di Panti Asuhan Al-Munawwaroh Kabupaten Banjarnegara, adapun bentuk santunan berupa 25 paket sembako yang berisi beras, minyak dan gula.
“GOW Kabupaten Banjarnegara bekerja sama dengan TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banjarnegara juga telah melaksanakan bakti sosial ke Korban Tanah Longsor Dukuh Jemblung, Desa Sampang Kecamatan Karangkobar, adapun bantuan berupa uang sejumlah Rp 8.650.000, -, pakaian pantas pakai dan mukena sebanyak 32 buah serta bantuan lainnya yang tidak mengikat” katanya. ***** (Sudin)

150 KK Miskin Terima Bantuan Dana Bedah Rumah

 150 rumah di lima Desa di Kecamatan Susukan menerima bantuan bedah rumah. Kelima desa penerima bantuan bedah rumah tersebut adalah Desa Gumelem Wetan, Gumelem Kulon, Kemaranggon, Berta dan Dermasari.

Read more: 150 KK Miskin Terima Bantuan Dana Bedah Rumah

Tahun 2015, Semua SKPD Harus Hemat Energi

 

 

 

Pada tahun 2015, semua Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) harus melaporkan penggunaan energy dan air secara rutin. Langkah ini diambil sebagai upaya serius Pemerintah dalam upaya memecahkan masalah krisis energy. Demikian instruksi Bupati dalam sambutan kegiatan Sosialisasi Hemat Energi yang disampaikan oleh Assisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Sekda Dra. Sri Trisnainingsih, M. Si, akhir Oktober lalu di Sasana Karya Praja Lantai 2 Setda.

Read more: Tahun 2015, Semua SKPD Harus Hemat Energi

T A J U K

T A J U K
2014, Waktunya Bertindak dari Awal
Bukan Awal untuk Meramal
Syahdan, Bulan Januari berasal dari kata Janus, sang dewa bermuka dua – satu menghadap ke depan – satu sebaliknya - dalam mitologi Yunani. Dengan nama itu, bulan Januari disimbolkan sebagai awal. Sebuah babakan baru untuk melihat ke depan dengan pertimbangan tatapan masa lalu, dalam spektrum kekinian, bukan berarti meramal, tapi tanpa meniadakan masa yang telah lewat. Demikianlah, Januari bisa dikatakan awalan dari sebuah akhiran. Dan akhiran adalah sebuah awalan baru, kata Aristoteles.

Read more: T A J U K

PERNIK Seribu Satu Kemungkinan Mampir Oleh : Rahmat Petuguran

Ara Suhara tak menyangka akan mendapat buruan besar: pimpinan DI/TII S.M. Kartosowrjo. Prajurit pada Batalion Infanteri 328/Kujang Siliwangi itu hanya berniat mampir di sebuah gubuk di Gunung Rakutak saat itu. Ia berencana meminta air minum.
    Aneh, dalam gubuk itu ia menemukan dodol garut, jeruk garut, dan susu. Pada masa itu ketiagnya adalah makanan mewah. Melihat keanehan itu, Ara berspekulasi menanyai sang penghuni gubuk. “Pak Karto, ya?” Lelaki tua itu mengangguk, “Iya, Nak.”

Read more: PERNIK Seribu Satu Kemungkinan Mampir Oleh : Rahmat Petuguran

SOSOK SUMITRO KOLOPAKING, MERAJUT KETOKOHAN LOKAL

Semasa Pemerintahan Bupati Soemitro Kolopaking antara tahun 1927-1947, Kabupaten Banjarnegara memiliki sekitar 264 desa. Setiap 4-5 desa disatukan secara psikologis oleh seorang pinisepuh (untuk wilayah Karesidenan banyumas dinamakan Penatus, untuk wilayah Kedua dinamakan Glondong). Di Banjarnegara waktu itu terdapat sekitar 50 penatus.
Bupati tiga zaman ini dikenal mampu membina hubungan baik dan erat dengan desa-desa serta menciptakan persaudaraan yang sedalam-dalamnya. Ia ternyata memberdayakan ketokohan lokal untuk menciptakan sistem hubungan kemasyarakatan yang efisien dan produktif bagi pemerintahan dan pembangunan. Bagaimana ia merajut ketokohan lokal di Banjarnegara?

Read more: SOSOK SUMITRO KOLOPAKING, MERAJUT KETOKOHAN LOKAL

PERTAMBANGAN Banjarnegara Terus Buka Peluang Bagi Investor Bidang Tambang

Memasuki usia ke-182, Bupati Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo, SH. M.Hum mengatakan, Banjarnegara makin terbuka bagi investor yang ingin menamakan modalnya. “Sektor pertanian memang penting dan sangat identik dengan Banjarnegara, namun sektor lain seperti pertambangan tak bisa dikesampingkan. Potensi yang satu ini tidak boleh luput dari perhatian kita, apalagi Banjarnegara kaya akan bahan tambang. Sektor pertambangan (khususnya Galian C) yang beragam juga bisa menjadi modal Banjarnegara lebih maju lagi kedepan,” ungkapnya.Memasuki usia ke-182, Bupati Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo, SH. M.Hum mengatakan, Banjarnegara makin terbuka bagi investor yang ingin menamakan modalnya. “Sektor pertanian memang penting dan sangat identik dengan Banjarnegara, namun sektor lain seperti pertambangan tak bisa dikesampingkan. Potensi yang satu ini tidak boleh luput dari perhatian kita, apalagi Banjarnegara kaya akan bahan tambang. Sektor pertambangan (khususnya Galian C) yang beragam juga bisa menjadi modal Banjarnegara lebih maju lagi kedepan,” ungkapnya.Memasuki usia ke-182, Bupati Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo, SH. M.Hum mengatakan, Banjarnegara makin terbuka bagi investor yang ingin menamakan modalnya. “Sektor pertanian memang penting dan sangat identik dengan Banjarnegara, namun sektor lain seperti pertambangan tak bisa dikesampingkan. Potensi yang satu ini tidak boleh luput dari perhatian kita, apalagi Banjarnegara kaya akan bahan tambang. Sektor pertambangan (khususnya Galian C) yang beragam juga bisa menjadi modal Banjarnegara lebih maju lagi kedepan,” ungLebih lanjut ia mengatakan, selain sektor pertanian, pembangunan daerah juga diarahkan pada pengembangan potensi lain, seperti industri, perdagangan, pertambangan, dan pariwisata. Namun demikian, arah kebijakan tahun pertama lebih dititikberatkan untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan yang bersih, kualitas pendidikan dan kesehatan penduduk, serta masalah penanganan kesejahteraan sosial. Di samping itu, pembangunan tahap pertama difokuskan pada peningkatan ketahanan pangan dan ekonomi rakyat berbasis pertanian, UKM, pariwisata, dan infrastruktur jalan serta jembatan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi terutama di pedesaan.
    Walaupun telah ditetapkan arah pembangunan tahap pertama, namun untuk mempercepat pembangunan di Banjarnegara, Bupati melakukan berbagai terobosan, dian