Tue10192021

Last updateFri, 23 Nov 2018 7am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Derap Serayu online Tajuk

Tajuk

SALAM REDAKSI

Sungai sebagai sumber air sangat berperan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Dalam fungsinya mengalirkan air dari  daerah aliran sungai (DAS) ke laut. Peranannya sangat penting, yakni sebagai unsur berlangsungnya siklus hidrologi, mengangkut endapan hasil erosi dan polutan, serta berperan serta dalam kelangsungan siklus erosi itu sendiri. Dua peranan ini mempengaruhi keseimbangan ekosistem DAS.

Read more: SALAM REDAKSI

PMI Targetkan 327 Untuk Bulan Dana PMI

Palang Merah Indonesia tahun 2012 menargetkan Rp. 327.500.000 untuk bulan dana PMI. angka tersebut meningkat dari tahun 2011 lalu yang menargetkan angka Rp. 322.233.129. Target tersebut diharapkan berasal dari sector penduduk yang menargetkan Rp. 50 juta, sektor pelajar Rp. 60 juta, sektor pelayanan jasa Rp. 62.500.000, sektor pegawai Rp. 90 juta sektor indakop Rp. 7.500.000, sektor kesehatan Rp. 15 juta, sektor perbankan Rp. 17.500.000, dan sektor jasa konstruksi Rp. 25 juta.

Read more: PMI Targetkan 327 Untuk Bulan Dana PMI

SUDAHKAH KITA MELIDUNGI ANAK KITA?

Say yes fo children. Katakan ya untuk anak. Itulah slogan yang sejak awal millennium ini dikumandangkan oleh badan dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa. Maksudnya jelas, agar orang-orang dewasa, di tengah keasyikannya menikmati dunia yang serba gemerlap, setiadaknya kenikmatan sehari-hari dengan dominasi hedonisme, tidak melupakan anak, bahkan anaklah yang menjadi prioritas hidup kita.

Semboyan itu memuat semangat bahwa dalam keadaan apapun, anak harus dilindungi dan dibahagiakan. Kesadaran untuk lebih melindungi anak lahir karena kita tidak ingin kehidupan ini punah. Sehebat apapun sebuah bangsa, bila tidak ada anak yang siap melanjutkan keberlangsungan kehidupan, akan berakhirlah kejayaan itu.

Read more: SUDAHKAH KITA MELIDUNGI ANAK KITA?

Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Ekosistem DAS

Mengkaji masalah lingkungan, tidak hanya dapat dilihat dari satu peristiwa yang berdiri sendiri. Tetapi merupakan satu akibat dari berbagai peristiwa yang secara simultan menjadi masalah lingkungan.Penyelesaian masalah lingkungan harus didekati dengan berfikir dan bertindak secara sistematis. Satu kejadian pasti terdapat faktor penyebabnya. Ada struktur yang membangun dan ada proses yang berjalan dalam sistem tersebut. Salah satu masalah yang ada antara lain adalah pada ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS).

Read more: Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Ekosistem DAS

Group Ketoprak “Langen Budoyo” Banjarnegara

Tetap Eksis di Tengah Industri Hiburan

Pada era 60 hingga sekitar 70-an, kita masih ingat dengan drama Sampek Eng Tay, Panji Asmorobangun, Angling Darmo, Roro Mendut, Damarwulan dan Ronggolawe. Cerita rakyat tersebut pada era itu cukup terkenal dan melekat dihati masyarakat Banjarnegara.

Gedung “Tjahjana” yang dibangun sekitar tahun 1962 di Jl. S. Parman dimana beberapa group ketoprak seperti “Sido Agung” memiliki andil besar dalam mempopulerkan kesenian tradisional itu. Kita juga masih ingat bagaimana masyarakat pada era itu berduyun-duyun menyaksikan pagelaran ketoprak sambil menikmati kacang goreng, ketela muntul dan pisang rebus mBok Minem.

Read more: Group Ketoprak “Langen Budoyo” Banjarnegara

“Pejawaran Bersholawat” Tradisi Islami Sambut Tahun Baru

Ada yang berbeda dalam malam peringatan tahun baru 2012 kemarin. Jika di kota-kota peringatan tahun baru selalu dihiasi dengan pesta dan kembang api, Kecamatan Pejawaran menggelar suasana berbeda. Konser rebana dan qasidah bertajuk “Pejawaran Bershalawat”. Maka semaan shalawat pun mengalun khidmat, lagu-lagu Islami mengalun syahdu, membahana, tak kalah meriah dengan pentas rock ataupun dangdut.

Read more: “Pejawaran Bersholawat” Tradisi Islami Sambut Tahun Baru

HUMAS SEBAGAI PEMBANGUN CITRA

Fungsi humas dalam sebuah instansi merupakan ujung tombak pembangunan citra, pengembangan trust dan pengelolaan krisis. Pejabat humas sebagai aparatur pembangunan citra dituntut mempunyai kemampuan komunikasi yang melebihi rata-rata.

Lingkungan kerja serba tidak menentu memerlukan kemampuan khusus dari seorang pejabat humas, terutama berkenaan dengan kemampuan di bidang kehumasan, sebagai juru bicara organisasi dan pengelolaan informasi publik berdasarkan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik yang telah diundangkan sejak tahun 2008.

Read more: HUMAS SEBAGAI PEMBANGUN CITRA

Subcategories

  • REFLEKSI MENGHIDUPKAN RUH MANGUNYUDO
    REFLEKSI MENGHIDUPKAN RUH MANGUNYUDO Apakah semua orang harus menjadi pahlawan? Kalau pahlawan diartikan sebagai hero, heroic, dan heroism, memanggul senjata turun dari panser atau membawa tombak menunggang kuda mengejar musuh untuk dibunuh, tentulah tidak semua kurun waktu membutuhkan seorang pahlawan. Namun bila pahlawan diartikan sebagai orang yang memberikan kemanfaatan besar bagi publik, maka kehidupan ini membutuhkan banyak pahlawan untuk semua jenis kehidupan dan sepanjang masa. Dari 156 nama Pahlawan Nasional Indonesia tidak ada putera kelahiran Banjarnegara. Namun bukan berarti orang-orang Banjarnegara adalah orang-orang yang apatis apalagi menjadi pengkhianat bangsa dan Negara. Bahwa ada masa di mana para priyayi punggawa praja lebih menjadi bagian dari kekuasaan pemerintah Hindia Belanda sangatlah mungkin, dan itu menjadi fenomena umum di seluruh kawasan Nusantara. Hanya saja untuk dicatat, ada prasasti yang memastikan bahwa Banjarnega pernah melahirkan seorang hero yang berani mengambil resiko, dengan kekuatan semangat membara berihtiar mengusir penjajah Belanda dari Surakarta, tatkala raja Surakarta pun, yakni Paku Buwana II tidak mampu melakukannya. Dialah Tumenggung Mangunyudo. Dialah yang dengan gagah berani berangkat meninggalkan singgasana kekuasaannya di Banjar Petambakan menuju Surakarta memenuhi panggilan dharma Paku Buwana II untuk mengusir tentara Belanda yang menguasai keraton Surakarta, berkonspirasi dengan para elite keraton. Mangunyudo memang akhirnya gugur, yang kematiannya masih kontraversial sampai sekarang. Namun bahwa ia mati di Loji Kasunanan, di tempat yang menjadi pusat pertempuran cukup memberikan pesan bahwa seorang Mangunyudo mati dengan gagah berani saat melawan penjajah. Karena kematiannya itulah maka ia memperoleh gelar baru Mangunyudo Sedaloji. Dari buku “Sejarah dan Babad Banjarnegara” karangan guru saya Bapak S Adisarwono, begitu banyak dan penuh warna masa lalu Banjarnegara, baik yang bersifat historical dengan bukti-bukti otentiknya, legenda, mitos maupun cerita lisan yang tidak jelas sumber aslinya. Namun saya kira ada satu hal yang patut kita ambil dari buku tersebut, yaitu cerita perjuangan Tumenggung Mangunyudo. Ruh Mangunyudo adalah akar karakter orang Banjarnegara yang memiliki sifat semangat merdeka, pengorbanan untuk nusa bangsa, dan siap mengambil resiko demi sebuah kehormatan, betapapun sendirian menghadapi resiko tersebut. Bukankah kita layak mempertanyakan di mana para penguasa Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Semarang, dan yang lain-lainnya saat Mangunyudo krida bandhayuda di Surakarta? Seberapapun banyaknya tentara Belanda saat itu, seandainya Mangunyuda tidak dibiarkan sendiri memimpin pertempuran, Belanda akan mudah diusir dari Surakarta, setidaknya mundur ke kawasan lain yang bukan merupkan pusat pemerintahan. Namun itulah sejarah perang, selalu menghadirkan pahlawan dan pengkhianat, melahirkan pelopor dan kolaborator. Kita bersyukur, nenek moyang orang Banjarnegara bukan jenis kolaborator dan pengkhianat, namun masuk dalam golongan pahlawan. Mangunyudo telah lama tenggelam oleh waktu, tanpa sempat mampir dalam peta sejarah perjuangan bangsa, dan tidak masuk dalam jajaran 156 nama Pahlawan Nasional. Tetapi bila membaca sejarah hidup dan perjuangannya, tak ada yang menampik betapa gagah beraninya dia, dengan prajurit dan senjata seadanya, dengan ringannya meninggalkan Banjarnegara menuju Surakarta, lalu membinasakan para prajurit Belanda hingga dirinya berkalang tanah, lalu oleh sang kuda dilarikan hingga kembali ke tanah kelahirannya. Di makam tua pinggir Kali Merawu, sisa-sisa semangat kepahlawanan Mangunyudo masih ada. Maka di saat kita tengah getol berjuang mengubah nasib bangsa ini, mengubah Banjarnegara lebih baik lagi dari pada hari ini, kiranya ruh Mangunyuda bisa menuntun kita. Aktualisasi dari semangat Mangunyudo adalah keberanian kita untuk mandiri, untuk membela mereka yang miskin dan tertindas, membela hak, serta menegakkan harkat dan martabat sebagai manusia. Ruh Mangunyudo harus dihidupkan kembali agar generasi muda mendapatkan apinya, bukan abunya. Api Mangunyudo itu dalam konteks kekinian adalah bagaimana kita yang hidup pada saat sekarang berani hidup mandiri tanpa ketergantungan pada Negara misalnya, bagaimana memiliki kepedulian pada lingkungan hidup untuk tetap hijau dan memberikan mata air untuk menjamin sungai-sungai tetap mengalirkan air bagi kehidupan, atau tekun menemukan dan melahirkan karya-karya kreatif untuk menunjukkan kualitas sumber daya manusia pada dirinya. Pendek kata Mangunyudo harus hidup pada setiap dada generasi penerus Banjarnegara, sehingga kabupaten kita tercinta bukan ada sekedar menjalani keniscayaan alamiah pasrah sumarah tak pernah berubah, tetapi Banjarnegara yang lain, Banjarnegara yang berbeda, Banjarnegara yang selalu membawa kebanggaan untuk diucapkan dan dikibarkan. Nama-nama seperti Ebiet G Ade (musik), atau Kris John (olah raga), Prof Dr Heri Suhardiyanto (akademik), Sulistiyo (Ketua Umum PB PGRI/anggota DPD), adalah contoh bagaimana mereka telah berbuat lebih dari masyarakat pada umumnya. Para pelajar kita juga banyak yang memenangkan olimpiade internasional. Guru-guru kita juga banyak yang menjuarai lomba-lomba karya inovatif tingkat nasional. Dengan prestasi-prestasi seperti itulah kita dengan bangga bisa berkata lantang. “Inilah anak turun Mangunyudo Sedoloji yang gagah berani, yang bersedia mati untuk kehormatan sebuah negeri”. Membangkitkan semangat ruh Mangunyudo Sidoloji itulah yang harus mewarnai dan menjadi inti peringatan hari jadi Banjarnegara yang dirayakan setiap tanggal 22 Agustus. Bukan yang lainnya. Dirgahayu Banjarnegara! *** *) Penulis adalah Wakil Bupati Banjarnegara. Pertanian Tetap Jadi Prioritas Pembangunan Banjarnegara
    Article Count:
    2

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan